Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Alasan Mengapa Ada Warga Amerika Tidak Menggunakan Internet

Internet telah menjadi kebutuhan sehari-hari warga dunia. Setiap saat kita melihat banyak sekali pengguna yang menggunakan internet, bahkan hampir setiap saat. Namun tahukah anda bahwa ternyata ada warga Amerika Serikat yang sama sekali tidak menggunakan internet?

Survey PEW Internet beberapa waktu yang lalu menunjukkan 15% penduduk Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas sama sekali tidak menggunakan internet. Nah, kira-kira apa alasan mereka tidak menggunakan internet?

1. 34% dari warga AS yang tidak menggunakan internet mengatakan  bahwa internet tidak relevan bagi mereka, mereka tidak tertarik menggunakan internet, tidak ingin menggunakannya dan tidak memiliki kebutuhan untuk menggunakan internet.

2. 32% dari warga AS yang tidak menggunakan internet mengatakan bahwa internet sulit untuk digunakan (menurut perasaan mereka). Warga yang tidak menggunakan internet ini mengatakan bahwa internet itu sulit atau menimbulkan frustasi untuk bisa online, secara fisik mereka tidak melakukannya atau mereka khawatir dengan isu spam, spyware dan hacker.

3. 19% dari warga AS yang tidak menggunakan internet khawatir dengan biaya untuk memiliki komputer dan biaya untuk membayar sambungan internet.

4. 7% dari warga AS yang tidak menggunakan internet karena kesulitan memperoleh sambungan internet.

Bila kita lihat angka di atas, hanya 7% warga AS yang tidak menggunakan internet karena kesulitan ketersediaan sambungan internet.  Ini artinya penetrasi internet di AS sudah cukup tinggi.

Kira-kira apa alasan warga Indonesia tidak menggunakan internet? Kemungkinan besar adalah ketidaktersediaan sambungan internet merupakan sebab yang paling tinggi. Hal ini karena belum semua wilayah di Indonesia terjangkau oleh internet. Bahkan beberapa waktu yang lalu diketahui penetrasi jaringan 3G di wilayah Indonesia baru mencapai 30%. Sebuah angka yang sangat rendah dibandingkan dengan negara lain.

Sumber: PEW Internet

Catatan Dari Forum Tata Kelola Internet Ke-8, Bali (The 8th Internet Governance Forum, Bali) IGF 2013


Forum Tata Kelola Internet Ke-8 (Internet Governance Forum) yang berlangsung dari tanggal 22 Oktober-25 Oktober 2013 sudah berakhir dengan sangat sukses. Tidak kurang dari 2.200 orang peserta dari dalam dan luar negeri ikut secara aktif di dalam Forum yang digagas oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini. Diskusi yang berlangsung, hampir di setiap workshop bisa dikatakan seru dan memunculkan banyak pengalaman baru bagi para peserta. Sungguh sebuah pengalaman baru, berinteraksi dengan banyak orang, tukar-menukar ide dan opini dan saling memajukan kepentingan organisasi, perusahaan, negara atau masyarakat sipil (CSO).

Dari segi penyelenggaraan, panitia penyelenggara patut diacungi jempol. Meskipun pada awalnya diragukan, namun nyatanya acara ini sangat sukses. Dari segi jumlah peserta, Internet Governance Forum kali ini merupakan rekor baru dengan 2.200 peserta terdaftar. Selain itu, pelaksaan workshop juga berjalan sangat lancar. Hampir bisa dipastikan 99,99% workshop berjalan sesuai rencana dan sukses. Dari sisi akomodasi peserta seperti makan siang, coffee break, semua tersedia sangat banyak. Panitia sangat menyadari bahwa hal ini merupakan bagian vital dari sebuah acara yang dihadiri ribuan orang.

Untuk media juga demikian. Media disediakan sebuah ruangan besar dengan koneksi internet broadband super kencang plus Wifi meskipun pada titik tertentu ngadat. Setiap ada press release terbaru dengan sendirinya akan tersedia di media center. Melakukan wawancara dengan berbagai tokoh yang cukup penting juga mudah. Selain itu ada media berupa buletin yang disebut Daily News yang setiap pagi hadir menampilkan high light dari acara sehari sebelumnya. Sebuah cara yang sangat membantu rekan-rekan media untuk tetap tersambung dengan workshop yang sudah berlalu sehari sebelumnya.

Tentu saja dari 130 lebih workshop yang diadakan di Internet Governance Forum Bali ada beberapa workshop yang patut menjadi perhatian. Workshop mengenai Privasi di Internet. Perlindungan Jurnalis/Blogger dan awak media di zaman serba internet, Perlindungan anak,  gender, keamanan, hacking, Surveillance dan Free software menjadi perhatian peserta.

Isu Surveillance oleh NSA beredar sangat kencang di Internet Governance Forum Bali. Banyak peserta merasa bahwa Amerika Serikat melakukan hal ini dan melanggar hak asasi manusia. Meskipun hal ini dibantah oleh Scott Busby dari U.S. State Department Representative. 
the U.S. “does not use intelligence collection for the purpose of repressing the citizens of any country for any reason, including their political, religious, or other beliefs,” adding that “individuals should be protected from arbitrary or unlawful State interference.”
Namun tentu tak ada jawaban yang bisa memuaskan semua pihak. Saya tetap percaya bahwa aksi memata-matai pengguna internet dunia yang dilakukan oleh NSA dan kemudian dibocorkan oleh Edward Snowden merupakan bentuk kesewenang-wenangan Amerika Serikat terhadap dunia lain dan harus dihentikan sekarang juga. Tidak ada satupun pengguna internet yang mau kegiatannya di internet disadap oleh siapa pun termasuk Amerika Serikat.

Isu perempuan juga mengemuka di Internet Governance Forum kali ini. Cukup banyak topik yang membahas bagaimana peran perempuan dalam kerangka Internet Governance. Selain itu, isu perlindungan anak, bagaimana seharusnya anak-anak menggunakan internet, apakah mereka terlalu muda untuk dikenalkan dengan internet dan sampai seberapa jauh mereka harus dilindungi karena kemungkinan banyaknya pemangsa anak-anak di internet. Topik-topik seperti ini menjadi tempat berbagi pengalaman yang sangat baik bagi peserta Internet Governance Forum di Bali.

Salah satu topik yang cukup menarik bagi saya adalah perlindungan jurnalis/blogger dan awak media lainnya di zaman internet. Salah satu pembicaranya adalah Bambang Harymurti dari Tempo. Workshop ini sangat ramai karena terdapat beberapa kasus mutakhir yang cenderung menyandera kebebasan berekspresi di internet seperti kasus Benhan. Bambang Harymurti sendiri berpendapat sebaiknya [asal 27 ayat 3 UU ITE tersebut dihapus saja karena cenderung represif dan menyandera kebebasan berekspresi dengan alasan  pencemaran nama baik. 

Menarik juga menyimak tanggapan Menkominfo Tifatul Sembiring dalam acara press conference terhadap keinginan banyak pihak untuk mencabut pasar 27 ayat 3 UU ITE tersebut. Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa pihak-pihak yang mengajukan penghapusan pasal tersebut bereaksi ketika mereka kena, kalau tidak kena mereka akan diam saja. Tentu sebuah pernyataan yang patut dikritisi.


Demikian juga dengan isu privasi. Patut didalami bahwa tidak cukup banyak pengguna internet yang memahami dengan baik bagaimana mengelola privasi mereka di internet. Hal ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh perusahaan seperti Facebook, Twitter, Google, Apple dan banyak lainnya untuk memunculkan iklan yang sesuai dengan minat dan kebiasaan pengguna. 

Berbagai kepentingan mengemukan di Internet Governance Forum di Bali ini. Namun pada dasarnya peserta sepakat bahwa tidak ada satu pihakpun yang boleh mengelola internet sesuai dengan kepentingan pihak tersebut. Sebagai media dialog dan saling tukar pengalaman, Internet Governance Forum memiliki arti penting untuk menemukan berbagai kepentingan yang saling bersilangan untuk duduk dan memahami kepentingan pihak-pihak lain di internet.

Hal yang lebih menarik lagi dari Internet Governance Forum Bali ini adalah adanya High Level Leaders Meeting. Sehari sebelum dibukanya IGF 2013, diadakan High Level Leaders Meeting yang kali ini dihadiri oleh utusan CSO (Civil Society Organization). Pada penyelenggaraan IGF sebelumnya acara ini hanya dihadiri oleh pejabat atau utusan negara tertentu dan perusahaan. Hal ini merupakan sebuah kemajuan, dimana CSO kini diakui sebagai sebuah elemen penting dalam Internet Governance. 

Saya tentu sangat senang bisa hadir dan berinteraksi dengan banyak orang di Forum Tata Kelola Internet tingkat Internasional ini. Panitia lokal juga sangat tanggap dengan berbagai kritikan dan mampu mengadakan perbaikan dalam waktu yang cepat. Sekali lagi saya rasa panitia lokal perlu diberikan pujian karena kerja keras mereka. Saya juga sempat menghadiri informal meeting dengan perwakilan UNESCO guna membahas World Press Freedom Day yang (mungkin) akan diadakan di Indonesia di tahun 2014 nanti.

Sampai berjumpa di Internet Governance Forum ke-9 yang akan diadakan di Istanbul, Turki pada bulan September 2014.

Dua Minggu Menjelang Forum Tata Kelola Internet (IGF 2013) di Bali

Dua minggu dari sekarang (saat blog ini dipublikasikan) akan berlangsung sebuah forum yang sangat besar di Bali, yaitu Forum Tata Kelola Internet (Internet Governance Forum, IGF 2013). Forum Tata Kelola Internet merupakan acara reguler yang berada di bawah naungan PBB. Tentunya acara ini sebuah acara yang sangat penting dan membahas isu-isu seputar tata kelola internet. 

Pelaksanaan Forum Tata Kelola Internet ini berlangsung dari tanggal 22 Oktober - 25 Oktober 2013 di Nusa Dua Bali. Sehari sebelumnya ada acara Pre Event. Nah kira-kira apa saja yang akan dibahas di Forum Tata Kelola Internet di Bali?

Perlu kita lihat tema besar acara IGF 2013 di Bali ini, yaitu
Building Bridges – Enhancing Multi-stakeholder Cooperation for Growth and Sustainable Development.
IGF 2013 ingin menjadi jembatan kerja sama multi stakeholder untuk pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan. Di Forum ini, baik pemerintah dari berbagai negara, pihak swasta, masyarakat sipil, akademisi, perusahaan besar semacam Google dan Facebook duduk dan berdebat demi menghasilkan sesuatu yang bisa dijadikan patokan tata kelola internet.

Ada beberapa subtema lain yang membangun tema besar tersebut, yaitu

1. Access and Diversity - Internet as an engine for growth and sustainable development
2. Openness - Human rights, freedom of expression and the free flow of information on the Internet
3. Security - Legal and other Frameworks: Spam, Hacking and Cyber-crime
4. Enhanced Cooperation
5. Principles of Multi - Stakeholder Cooperation
6. Internet Governance Principles

Semua tema yang dibahas sangat terkait dengan kegiatan sehari-hari pengguna internet. Untuk itu tentu butuh keterlibatan pengguna internet dari berbagai kalangan, terutama peserta dari Indonesia karena bertindah sebagai tuan rumah. Keterlibatan ini sangat penting agar forum Tata Kelola Internet 2013 memberikan sesuatu yang positif bagi aktivitas berinternet di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.

Panitia IGF 2013 di Bali pun membuka kesempatan untuk terlibat di Forum Tata Kelola Internet ini. Anda bisa mendaftar untuk ikut acara ini secara gratis. Gratis dalam arti acaranya, anda tak perlu membayar untuk bisa berdiskusi dan berdebat dengan pejabat negara lain atau perusahaan besar seperti Google atau Facebook. Kedudukan semua peserta sama tanpa dibedakan sehingga akan sangat banyak manfaat yang bisa diperoleh dari acara ini.

Untuk bisa mengikuti Forum Tata Kelola Internet ini, sebelumnya anda harus mendaftar di link http://www.intgovforum.org/cms/igf-2013-registration   Pendaftarannya sangat mudah dan anda akan diberikan konfirmasi setelah pendaftaran anda diterima. Bagi yang bermukim di Bali, tentunya tak butuh biaya besar untuk terlibat di Forum Tata Kelola Internet ini.

Forum Tata Kelola Internet ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan lebih  jauh tata kelola internet di Indonesia. Indonesia harus bisa mengambil sebanyak-banyaknya manfaat dari forum ini. Indonesia harus bisa memasukkan banyak hal tentang berbagai isu seputar kebebasan berekspresi di internet agar diketahui dan disetujui peserta atau negara lain.

Keterlibatan multi stakeholder di acara ini sangat penting karena internet bukanlah milik satu negara atau perusahaan seperti Google dan Facebook. Internet haruslah jauh dari penguasaan pihak-pihak yang memiliki kepentingan sehingga bisa menjadi katalisator penting dan mampu mendorong pertumbuhan dan menegakkan hak asasi manusia.

Sebagai pengelola blog ini, saya turut menyempatkan diri untuk hadir di Acara Forum Tata Kelola Internet ini. Semoga nanti kita bisa bertemu dan berdiskusi di sela-sela acara. Sampai jumpa nanti di Bali.

Facebook dan Proyek Akses Internet internet.org

Mark Zuckerberg, CEO Facebook mengumumkan proyek pemberian akses internet bagi sebagian besar penduduk yang belum tersentuh oleh koneksi internet beberapa waktu yang lalu. Melalui rilis di Facebook, Mark Zuckerberg yang didukung oleh konsorsium yang terdiri dari Samsung, Qualcomm, MediaTek dan Ericsson mengungkapkan keinganannya agar dua per tiga penduduk bumi yang belum tersentuh koneksi internet bisa menikmati internet.

Menurut Zuckerberg, hanya 2,7 miliar orang di bumi yang bisa menikmati koneksi internet. Ini artinya, hanya sepertiga dari penduduk bumi. Tujuan internet.org ini adalah untuk memberikan akses internet ke dua per tiga penduduk bumi yang belum tersentuh internet tersebut dan membawa kesempatan yang sama dengan sepertiga penduduk bumi lainnya.

Cara yang ditempuh agar dua pertiga penduduk bumi yang belum terkoneksi internet tersebut terkoneksi dengan internet adalah sebagai berikut.
1. Membuat akses yang terjangkau.  Mitra dalam internet.org akan berkolaborasi untuk mengembangkan dan mengadopsi teknologi yang membuat konektivitas mobile lebih terjangkau dan menurunkan biaya pengiriman data di seluruh dunia.
2. Menggunakan data yang lebih efisien. Mitra dalam internet.org akan berinvestasi di device yang secara dramatis mengurangi jumlah data yang diperlukan untuk menggunakan sebagian besar aplikasi dan pengalaman internet.
3. Membantu bisnis mengembangkan akses internet. Mitra dalam internet.org akan mendukung pengembangan model bisnis baru yang berkelanjutan dan layanan yang membuat lebih mudah bagi orang untuk mengakses internet. Termasuk pengujian model baru yang menyelaraskan insentif bagi operator seluler, produsen perangkat, pengembang dan usaha lain untuk menyediakan akses yang lebih terjangkau daripada sebelumnya.

Proyek ini jika diteliti lebih jauh penekanannya di negara sedang berkembang yang kesulitan untuk memperoleh akses internet. Mark Zuckerberg tentu berharap dengan makin banyak pengguna internet, media sosial Facebook miliknya bisa mendapatkan traffic lebih banyak yang pada akhirnya akan berdampak pada pendapatan Facebook.

Google Fiber Wujudkan Internet Superkencang

Google Fiber

Setelah Kansas dan Austin, Google Fiber menambah kota baru untuk koneksi internet supercepatnya, yaitu Provo, Utah. Google mengumumkan kota ketiga untuk lokasi Google Fiber tersebut tidak lama setelah mereka mengumumkan Austin sebagai kota kedua. Google Fiber merupakan layanan internet dengan kecepatan download hingga 1 gbps. Kecepatan tersebut merupakan 100 kali kecepatan koneksi internet yang kini ada di Amerika Serikat.

Tampaknya Google segera akan memperluas jangkauan Google Fiber ini. Dengan hanya tiga kota sejauh ini dan baru Kansas yang beroperasi, jangkauan Google Fiber memang sangat sedikit. Namun tentunya butuh dana investasi yang sangat besar sehingga Google memilih kota-kota tertentu yang dijadikan tempat Google Fiber berikutnya.

Beberapa orang yang sudah mencoba pergi ke Kansas dan mencoba Google Fiber ini memberikan review positif. Google menawarkan beberapa paket, yaitu pertama Gigabit Internet Plus TV dengan biaya langganan 120 dollar sebulan gratis biaya pemasangan sebesar 300 dollar. Paket kedua adalah 70 dollar sebulan juga gratis biaya pemasangan sebesar 300 dollar. Paket kedua ini dinamai Gigabit internet dan tanpa siaran televisi. Paket ketiga adalah paket termurah Free Internet. Pelanggan cukup membayar biaya pemasangan sebesar 300 dollar di awal atau bisa dicicil 25 dollar sebulan dan pelanggan akan menikmati free internet dengan kecepatan supercepat.

Dengan kecepatan supercepat, pengguna akan lebih banyak berinteraksi dengan internet. Pengujian menunjukkan Google Fiber mampu melakukan tugasnya dengan baik. Pengguna dapat mendownload file selagi jeda iklan di TV dengan kecepatan 1 gbps. Selesai iklan, hasil download telah tersedia. Selain itu pengguna juga dapat menonton ribuan video YouTube berkualitas tinggi tanpa buffering.

Usaha Google Fiber ini tampaknya akan terus berkembang. Misi Google dengan Google Fiber adalah koneksi yang supercepat membuat pengguna menggunakan internet lebih banyak. Penggunaan internet yang lebih banyak kemungkinan besar penggunaan layanan Google akan makin besar.

Sumber: Google Fiber

Ketika Foto Telanjang Artis Selebritis Menyebar di Internet

Foto Nakal  Faby Marcelia
Beberapa hari yang lalu, foto "nakal"  seorang artis sinetron beredar luas di internet. Tentu saja bukan sekali dua peristiwa serupa ini terjadi. Bintang sinetron yang baru berusia 18 tahun tersebut di dalam foto yang tersebar bersama Sang Pacar di sebuah kamar. Kemudian ada lagi foto topless yang diperkirakan mirip dengan bintang Sinetron Cenat Cenut 2 tersebut. Tentu saja, kalau sudah soal artis, apalagi ketika fotonya nakalnya beredar, jagat internet ramai dengan komentar. Media sosial pun menambahi, mungkin lebih tepatnya secara sengaja memvonis sang artis sebagai artis "tidak baik" karena foto nakalnya beredar.

Alasan yang diberikan sang artis juga sudah klise atau telalu mudah ditebak. Ponsel hilang karena dicuri, bukan alasan baru untuk dijadikan modus kuat untuk menghindari celaan mencari popularitas. Kita mengetahui, alasan ponsel hilang ini sudah sering dan mungkin terlalu sering untuk dijadikan alasan. Publik pun mungkin tidak akan menerima alasan tersebut karena selama ini kasus-kasus seperti ini menguap dan tidak ditemukan apakah alasan tersebut benar atau tidak.

Padahal kasus ponsel hilang lalu kemudian menyebabkan foto nakal tersebar tersebut perlu dibuktikan. Jangan-jangan itu hanya alasan yang dibuat-buat untuk mencari popularitas. Sayangnya mungkin tidak ada kasus seperti ini yang ditindaklanjuti. Sebagian mungkin menguap dan publik lupa kemudian baru ingat lagi setelah ada lagi peristiwa baru.

Dari sisi korban, kita bisa melihat sebuah pelanggaran serius di bidang privasi. Kita harus mengetahui bahwa setiap pengguna ponsel memiliki hak untuk melakukan apa saja dengan ponsel yang mereka miliki. Mungkin sedikit sekali hal yang dilarang bagi pemilik ponsel, selagi tidak merugikan kepentingan publik. Makanya ketika pemilik ponsel memfoto dirinya sedang telanjang dengan ponsel mereka sendiri, itu adalah haknya. Di mata moral mungkin itu tidaklah baik, namun dari segi kerugian publik tidak ada sama sekali sehingga hal itu sesuatu yang wajar.

Hal yang perlu diusut adalah siapa penyebar foto nakal/foto telanjang tersebut. Penyebaran foto telanjang di artis sinetron jelas-jelas melanggar privasinya. Dalam hal ini ia menjadi korban dari kejahatan sehingga sudah seharusnya ia dibela, bukan malah dicap sebagai artis tidak baik. Dari segi privasi, selama bukan dirinya sendiri yang secara sukarela memposting foto nakal/foto telanjang tersebut berarti privasinya telah dilanggar. Meskipun foto telanjang sekalipun, tidak hak orang lain untuk menyebarkan foto tersebut. Penyebarnya tentu saja bisa dipenjarakan jika hukum berlaku dan ditegakkan.

Sayangnya, peristiwa seperti ini hampir tidak ada tindak lanjutnya. Orang tua si artis juga tidak meminta agar polisi mengusut siapa yang menyebarkan foto tersebut. Mungkin juga karena sudah malu duluan atau malah menikmati popularitas singkat yang diperoleh anaknya. Dengan tidak adanya pengusutan hukum secara tuntas tentu saja kasus seperti mengambang dan bila terjadi lagi publik menanggapinya secara dingin dan cenderung menyalahkan si artis.

Satu ha yang patut diingat adalah apa yang dialami oleh Scarlett Johansson di tahun 2011 yang lalu. Sekitar tahun 2011 kejadian yang serupa tapi tak sama menimpa artis Hollywood Scarlett Johansson. Scarlett Johansson memiliki beberapa foto telanjang dirinya di ponsel miliknya sendiri. Tanpa ia ketahui foto-foto telanjang tersebut beredar luas di internet. Gizmodo pada waktu itu memberikan komentar berikut ini.
Bila anda seorang selebriti, lalu mengambil foto diri anda sedang telanjang, maka siap-siaplah menerima risiko foto-foto tersebut tersebar luas di internet. Orang-orang sangat ingin melihat selebritis telanjang, maka sehendaknyalah para selebriti tersebut lebih berhati-hati, bahkan bila seorang selebriti mengambil foto pribadinya di dalam benteng, orang lain akan menemukannya.
Ini sebuah peringatan bagi selebritis dan artis. Publik sangat ingin melihat artis selebritis berfoto telanjang. Seakan-akan ada semacam dorong di publik untuk selalu mencati tahu jika ada artis berfoto telanjang. Oleh karena itu sudah seharusnya artis selebritis lebih berhati-hati.

Hal yang patut dikritisi dari kejadian ini adalah bahwa ada semacam kecenderungan artis selebritis memberikan alasan mudah bahwa ponselnya hilang atau dicuri ketika foto telanjangnya beredar di internet. Ini sebuah alasan yang patut dipertanyakan. Perlu pembuktian agar publik tidak melulu menyalahkan artis mencari popularitas dengan berfoto telanjang yang di luar pengetahuannya beredar di internet.

Namun upaya pembuktian alasan tersebut tentu butuh waktu. Saya percaya tidak semua artis selebritis mau berurusan dengan hal semacam ini. Dan lagi mereka pun menikmati popularitas dari kejadian tersebut. Pelanggaran privasi sudah tidak disebut lagi karena ada keuntungan langsung bagi si artis dalam kejadian tersebut.

Mengapa Google Mengubur Google Reader

Google sangat akrab dengan aksi bersih-bersih. Aksi yang disebut dengan cleaning ini biasanya menghapus beberapa produk yang mereka nilai sudah tidak layak lagi, mungkin karena traffic yang tidak bagus atau karena alasan lain, misanya dialihkan ke produk lain. Pada tanggal 13 Maret kemarin, dalam sebuah artikel blog yang berjudul A Second Spring of Cleaning, Google mengumumkan bahwa produk Google Reader akan ditutup pada 1 Juli 2013. Dalam artikel tersebut tentu saja tidak hanya Google Reader yang dihapus, ada beberapa produk lain, namun tidak begitu familiar bagi pengguna umum seperti CAIDAV API.

Terang saja publik bereaksi dengan rencan penghapusan Google Reader tersebut. Berbagai artikel menganalisis, sebagian menolak keinginan Google tersebut. Sampai ada yang membuat petisi yang ditujukan kepada Google agar tidak mengubur Google Reader. Petisi tersebut kini sudah hampir 130.000 orang yang menandatanganinya. Namun tentu saja keputusan ada pada Google dan sepertinya tenggat 1 Juli 2013 tersebut adalah angka pasti dan kemungkinan besar Google akan tetap mengubur Google Reader.

Pertanyaannya, mengapa Google mengubur Google Reader?

Jika kita lihat sekian banyak orang yang tidak setuju, itu artinya produk ini memiliki pengguna fanatik. Mereka akan sangat kehilangan jika Reader dihapus. Reader yang didesain ulang pada tahun 2011 ini merupakan poduk yang memberikan news feed ke pengguna yang melakukan subscribe ke berbagai sumber berita melalui situs dan blog. Tujuannya jelas, pengguna cukup membuka Google Reader dan tidak harus ke situs untuk melihat berita baru karena semua berita yang mereka subscribe akan masuk ke dalam inbox. Tinggal klik untuk membuka dan pengguna akan memperoleh berita yang mereka inginkan.

Dalam artikel blog rencana mengubur Google Reader, Google menyampaikan beberapa alasan mengapa mereka akhirnya memutuskan untuk mengubur Google Reader. Coba kita perhatikan kalimat berikut ini.
We’re living in a new kind of computing environment. Everyone has a device, sometimes multiple devices. It’s been a long time since we have had this rate of change—it probably hasn’t happened since the birth of personal computing 40 years ago. To make the most of these opportunities, we need to focus—otherwise we spread ourselves too thin and lack impact.
Khusus mengenai Google Reader, Google menyatakan hal berikut ini.
While the product has a loyal following, over the years usage has declined. So, on July 1, 2013, we will retire Google Reader. 
Dari yang dikemukakan Google terdapat dua hal penting yang mendasar keputusan mengubur Google Reader. Pertama fokus. Tampaknya Google ingin lebih fokus terutama terhadap Google Plus sebagai social layer yang akan menghantar traffic ke situs berita. Google Plus yang digadang-gadang sebagai saingan Facebook diharapkan menjadi tempat satu-satunya sebagai tempat pengumpulan news feed yang kemudian akan menghantar traffic ke situs-situs lain.

Fokus Google juga terlihat ketika menggunakan kata Everyone has a divice, sometimes multiples device yang   ditujukan kepada mobile device. Sementara ini Google tidak membuat aplikasi mobile (Android) untuk Google Reader. Aplikasi yang tersedia adalah Google Currents dan Google Plus yang peminatnya cukup banyak dan desainnya sangat baik. Ini artinya Google lebih memilih Currents dan Google Plus sebagai produk andalan sebagai penampung news feed meskipun cara kerja produk ini jauh berbeda secara teknis.

BuzzFeed memberikan fakta bahwa traffic Google Reader masih jauh lebih besar dibandingkan Google Plus. Hal ini sesuatu yang wajar karena Reader sudah berusia hampir 8 tahun. Dengan pengguna yang sangat banyak yang dikumpulkan selama waktu tersebut jelas saja traffic-nya akan lebih besar. Ini artinya Google lebih memilih Google Plus sebagai andalan dibandingkan Google Reader. Besarnya traffic Google Reader tidak mencegaht Google untuk mengubur Google Reader. Dengan makin banyaknya pengguna Google Plus, traffic suatu saat kelak juga akan besar dan kesempatan Google lebih banyak karena tujuan penggunaan Google Plus lebih besar dibandingkan Google Reader.

Kedua masalah penggunaan yang menurun. Penggunaan yang menurun merupakan sebuah kewajaran karena kini banyak terdapat alternatif produk yang fungsinya hampir sama dengan Google Reader. Namun sampai sejauh mana penggunaan yang menurun tersebut bisa memengaruhi keputusan Google untuk mengubur Google Reader? Saya rasa dari yang ditemukan oleh BuzzFeed, traffic Google Reader masih lebih baik dibandingkan Google Plus. Namun ini bukan alasan sebenarnya yang dipakai oleh Google. Mereka lebih memilih Google Plus sebagai social layer dan penampung news feed dibandingkan Google Reader.

Ini artinya ke depannya Google Plus merupakan andalan Google dan merupakan satu-satunya social layer Google untuk mengetahui habit pengguna internet. Dengan Google Plus Google berharap akan banyak sekali yang terjadi. Hal yang berbeda dengan Google Reader karena interaksi pengguna yang terbatas hanya menerima news feed dan tidak bisa mengomentari di tempat news feed tersebut diletakkan.

Saya rasa dua alsan tersebut cukup logis sehingga Google akhirnya memutuskan untuk mengubur Google Reader.

Internet Kencang dengan Indosat Super Wifi

Kebutuhan internet yang kencang sudah menjadi hal yangk sangat memdesak di zaman serba internet ini. Selama ini jika anda berlangganan paket internet tertentu biasanya keepatannya sesuai dengan paket yang anda beli. Saya sendiri merupakan orang yanhg sangat connected jadi membnuthkan koneksi tanpa putus.
Paket internet yang saya beli paling tinggi kecepatannya 7,2 mbps. Kecepatan tersebut jarang sekali tercapai malah sering tidak konsisten karena sinyal yang tidak merata.
Untunglah saya berlangganan dengan operator Indosat. Dengan memiliki kartu indosat seperti mentari dan IM3 saya bisa menikmati layanan gratis yaitu Indosat Super Wifi. Hal ini merupakan kelebihan yang bisa dinikmati pelanggan indosat.
Hari ini tanggal 23 februari 2013 saya berkesepatan mencoba langsung indosat super wifi. Tentunya saya ingin membuktikan kecepatan indosat super wifi apakah seperti yang diiklankan.
Pertama tentu saja cara untuk melakukan koneksi. Karena saya pengguna android langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Masuk ke menu setting kondisikan wifi on.
2. Setelah wifi on nanti akan trlihat beberap pilihan yaitu indosatnet, indosatnet-guest dan indosat. Pilih indosat.
3. Pada menu EAP pilih PEAP dan pilih identitas SIM.
4. Kemudian klik Connect
Anda sudah tersambung dengan jaringan super wifi indosat dan bisa browsing donwload dan nonton youtube sepuasanya.
Nah bagaimana pengalaman saya ketika menggunakan indosat superwifi?

Saya rasa ini sebuah kemajuan. Menikmati internet kencang ketika anda di tempat publik dengan cara yang lebih aman. Browsing saangat cepat, menonton youtube lancar dan apalagi hanya sekadar bersosial media lewat facebook dan twitter.

Dengan kecepatan hingga 20 mbps tentu saja sangat kencang. Kecepatan ini sangat tergantung kepada seberapa banyak pengguna yang menggunakan di saat yang bersamaan. Ketika saya mencobanya dengan speed test kecepatannya masih bagus. Sebagian teman ada yang merasakan kecepatan hingga 8 mbps.

Namun saya karena memakai saat pengguna sudah sangat banyak maka hanya mendapatkan kecepatan yang biasa saja.

Ini artinya superwifi indosat ini sangat bergantung kepada banyaknya pengguna. Menurut perwakilan indosat batas pengguna sebenarnya tidak ada tapi dengan makin banyak pengguna akan semakin turun kecepatannya. Apalagi saat acara test ini berlangsung ada lebih 50 orang yang menggunakan indosat superwifi secara bersamaan.

Hal yang sangat penting adalah solusi yang diberikan indosat dengan inovasi indosat superwifi. Bila anda di tempat publik yang ada  indosat superwifinya kini tak perlu lagi menggunakan paket internet yang anda beli. Cukup gunakan indosatsuperwifi.

Dengan demikian pelanggan indosat punya pilihan yang cukup bagus bila berada di mall, restoran dan tempat poublik lainnya. Cukup aktifkan indosat superwifi anda akan hemat paket internet anda.

Review: AXIS Pro Basic Vs Telkomsel Samsung Galaxy

Kebutuhan internet mobile kini semakin meningkat. Dengan makin bertambahnya perangkat mobile, jelas saja makin banyak konsumen yang ingin tersambung internet. Provider telekomunikasi pun menyikapinya dengan meluncurkan paket internet murah. Dalam paket ini tentu saja full service dengan kuota tertentu. Misalnya Rp49.000 dengan kuota 1,7 GB atau 2 GB.

Beberapa waktu lalu, saya menjadi pelanggan AXIS yang menawarkan paket internet murah seharga Rp49.000,00 dengan kuota 1,7 GB (total kuota setelah bonus). Saya sangat senang dengan paket ini. Sejak awal Oktober 2012 saya menjadi pelanggan AXIS dan hampir tidak menemui hambatan ketika melakukan browsing atau beraktifitas di media sosial. Paket dari AXIS ini juga pernah saya bawa jalan-jalan ke Sumatera Barat dan berjalan sangat lancar.

Beberapa hari yang lalu saya mencoba paket Samsung Galaxy dari Telkomsel. Kebetulan saya menggunakan Samsung Galaxy Note edisi pertama yang sudah ditingkatkan ke Ice Cream Sandwich. Sebenarnya sudah lama ingin mencoba karena tergiur oleh iklan yang terus berdatangan di time line Twitter. Namun baru beberapa hari yang lalu terlaksana. 

Kira-kira bagaimana performa kedua paket murah internet AXIS dan Telkomsel ini? Coba kita telusuri berikut ini.

1. AXIS Pro Basic
Setiap kali menggunakan sebuah provider baru di smartphone, hal pertama yang saya uji adalah kecepatannya. Dengan menggunakan SpeedTest, saya menguji kecepatan download AXIS. Kecepatannya sungguh tidak mengecewakan. Ketika pengujian, saya lakukan print screen yang sangat mudah dengan menggunakan S-Pen Galaxy Note. Hasilnya bisa dilihat seperti berikut ini.

Kecepatan Download AXIS
Kecepatan Download yang cukup besar tersebut terbukti ketika saya mendownload sebuah game berukuran 39 MB. Tidak sampai empat menit, game tersebut terdownload dan siap dimainkan.
Download game sebesar 39 MB
Hal yang perlu lebih diperhatikan adalah kekuatan sinyal. Pada awal bulan Oktober 2012 yang lalu, ketika itu saya masih menggunakan tablet Samsung Galaxy Tab, kekuatan sinyal AXIS bisa dikatakan sangat merata, baik di luar maupun di dalam ruangan. Sampai dengan akhir tahun 2012, saya jarang sekali mendapatlan sinyal EDGE, selalu saja 3G HSDPA. Namun beberapa waktu ke belakang, seiring dengan pertumbuhan pelanggannya saya makin sering bertemu sinyal EDGE, bahkan di luar ruangan seperti di jalur tol Jagorawi yang biasanya 3G HSDPA. 



Sinya HSDPA sering hilang
Namun secara keseluruhan saya sangat senang dengan AXIS, terutama kecepatan downloadnya. Ketidakmerataan kekuatan sinyal saya kira masalah hampir semua provider telekomunikasi Indonesia. Perlu juga dicatat, karena berdasarkan kuota, bila mendekati akhir masa aktif penggunaan dan mendekati jumlah kuota kecepatan internetnya akan disesuaikan. Ini artinya kemungkinan besar anda hanya akan menikmati kecepatan EDGE bila kuota hampir terpenuhi.

2. Paket Samsung Galaxy Telkomsel
Paket ini diluncurkan oleh Telkomsel karena Samsung Galaxy merupakan smartphone yang cukup laku di Indonesia. Dengan berbagai variannya, mulai dari yang termurah harganya seperti Galaxy Y sampai yang termahal seperti Galaxy S 3 dan Galaxy Note 2, Samsung memang perlu mendapatkan perlakuan istimewa dari Telkomsel. 

Paket ini berharga sama dengan AXIS Pro Basic, yaitu Rp49.000 sebulan, namun kuotanya lebih besar, yaitu 2 GB. Dalam keterangannya Telkomsel mengatakan bahwa pelanggan memperoleh paket Flash sebanyak 1 GB dan 1 GB lainnya merupakan paket 3G. Saya tidak mengerti betul dengan hal ini karena selama berlangganan AXIS hal ini tidak saya temui.

Pertama-tama tentu saha saya melakukan uji kecepatan download. Dengan tempat berdiri yang sama ketika saya melakukan uji kecepatan download AXIS, hasilnya dapat dilihat sebagai berikut (test dilakukan dua kali)
Test 1
.
Test 2
Pada test pertama dihasilkan kecepatan download hanya 755 kbps. Lalu tes saya ulangi lagi dan mendapatkan kecepatan 1.135 kbps. Angka ini tentu saja berada jauh di bawah AXIS yang mencapai 3.000 kbps. Kelambanan kecepatan download Telkomsel sangat terasa ketika mendownload aplikasi. Untuk mendownload aplikasi yang sebesar 20 MB cukup lama menunggu.

Selain itu, karena tuntutan pekerjaan saya setiap saat selalu menengok halaman Facebook Fan Page yang saya kelola. Selama ini saya hampir tidak pernah kehilangan koneksi ketika menggunakan AXIS, namun ketika beralih ke Telkomsel hal ini saya alami. Perhatikan gambar berikut.
Network Error
Demikian pula kala melakukan Tweet. Ketika menggunakan AXIS gambar berikut ini hampir tidak pernah terjadi. Namun ketika beralih menggunakan Telkomsel, saya mengalaminya.
403
Bukan hanya ketika menggunakan aplikasi Tweetcaster saja saya mengalami hal ini. Ketika menggunakan Twitter for Android, tweet sering menjadi draft dulu. Artinya tweet tidak terkirim dan harus dikirim kembali, artinya butuh usaha lebih banyak hanya untuk melakukan tweet. 

Hal yang cukup menyenangkan saya yang diberikan Telkomsel adalah sinyalnya yang masih bagus ketika di dalam ruangan. Biasanya kalau menggunakan AXIS, untuk memperoleh sinyal 3G HSDPA saya harus keluar rumah. Namun dengan Telkomsel hal ini tidak perlu. Meski kadang terjadi error seperti di atas sinyal Telkomsel masih berada di 3G HSDPA. 

Nah demikian review singkat saya tentang paket murah internet AXIS versus Telkomsel. Saya rasa kedua paket ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Mengapa Anda Harus Submit Artikel ke Viva Log?

Viva Log

Sebagai Blogger tentu Anda ingin sekali orang lain membaca yang anda tulis di blog Anda. Makin banyak yang membacanya, tentu saja Anda makin senang. Untuk itulah, sebagian besar blogger berusaha mati-matian untuk mendatangkan traffic ke blog yang mereka bangun. Umumnya blog tersebut adalah blog pribadi, bukan blog keroyokan, karena blog keroyokan, sangat mudah memperoleh klik karena orang sudah berkumpul sebelumnya di sana.

Pengalaman saya selama lebih dari 2,5 tahun ikut sebuah blog keroyokan memperlihatkan betapa mudah memperoleh traffic di sana. Paling tidak, seapes-apesnya Anda masih ada sekitar 50 sampai dengan 150 tamu yang berkunjung ke satu artikel yang anda buat. Namun akan sangat berbeda jika anda membangun blog pribadi dari awal. Traffic 50 sampai 100 sangat susah diperoleh untuk satu artikel tertentu. Apalagi saya tidak percaya betul dengan Search Engine Optimization (SEO). Saya hampir-hampir nol dengan yang namanya SEO karena saya percaya tanpa SEO pun sebenarnya masih ada kemungkinan bagi anda untuk mendapatkan traffic ke blog.

Blog pribadi yang saya tekuni saat ini sebenarnya sudah berusia satu tahun lebih. Pada awalnya saya gunakan untuk back up artikel yang saya tulis di blog keroyokan. Oleh karena difungsikan hanya sebagai back up, tentu saja traffic-nya sangat rendah. Dan lagi saya memang sedang senang-senangnya dengan dengan blog keroyokan tersebut sehingga blog pribadi ini terbengkalai. Jadilah blog ini seperti kuburan, sepi, untung saja tidak ada hantunya.

Demikianlah, tanpa berpanjang cerita, saya sekitar bulan Mei-Juni 2012 sudah mendengar tentang Viva Log. Saya tidak peduli saja alias cuek karena di blog kerooyokan artikel saya selalu bagus traffic-nya. Namun sekitar bulan September 2012 salah seorang teman mengatakan pada saya bahwa traffic blognya meningkat tajam karena mensubmit artikelnya ke Viva Log. Ia bercerita bahwa bila beruntung, bisa saja satu artikel memperoleh klik hingga 10.000.

Tergoda oleh cerita teman, akhirnya saya mendaftar jadi anggota Viva Log. Setelah mendaftar, pasang Widget Viva News, saya mensubmit artikel ke Viva Log. Awal-awalnya tidaklah bagus dan sulit sekali menembus jajaran Head Line. Namun saya tak berhenti mensubmit artikel. Satu dua kali akhirnya jadi Head Line juga.

Kemudian ada lomba review desain baru Viva. Co.ID yang anggotanya tentu saja sebelumnya sudah menjadi anggota Viva Log. Saya setelah bertemu seorang teman, akhirnya ikutan pada saat tinggal tiga hari sebelum lomba tersebut ditutup. Tidak tunggu lama, pemenang lomba diumumkan dan betapa terkejutnya saya karena artikel yang saya tulis menjadi juara dalam lomba tersebut dan memperoleh sebuah tablet Galaxy Tab.

Padahal saya baru bergabung dengan Viva Log saat itu. Artikel yang saya submit juga tidak tinggi traffic-nya. Namun yang namanya lomba selalu ada unsur keberuntungan. Hal itulah, saya kira yang membuat saya jadi pemenang lomba tersebut.

Kembali berbicara traffic, saya memang sangat kagum dengan traffic yang datang ke blog saya karena saya mensubmit artikel ke Viva Log. Head Line atau tidak, sejauh ini trafficnya cukup bagus. Coba kita perhatikan dua gambar berikut ini.



Referring URLs dan Reffering Sites 
Bila kita perhatikan, Viva Log sangat berjasa meningkat traffic blog saya hingga berkali-kali lipat. Perlu anda ketahui, blog saya khusus membahas teknologi yang tentu saja beritanya sangat banyak beredar di situs online lainnya. Dengan taktik biasa, blog saya ini mungkin sangat biasa karena saingan yang sangat banyak, namun berkat mensubmit artikel ke Viva Log, trafficknya sangat tinggi, paling tidak menurut saya pribadi.

Jadinya saya sangat beruntung ikut Viva Log. Meskipun kadang sangat sulit untuk ditampilkan di sisi Head Line, saya sudah sangat bersyukur jika hanya jadi penggembira saja. Karena tidak jadi Head Line pun traffic-nya juga sangat baik. Satu hal lagi, bila kita lihat, referring URLs di atas ternyata Viva Log versi mobile juga sangat banyak yang mengakses. Artinya sisi mobile dari Viva Log ini juga sangat banyak pengunjung yang berakibat tingginya traffic mobile ke blog saya.

Satu hal yang belum memuaskan saya sampai saat ini hanyalah terkadang mensubmit artikel ke Viva Log ternyata juga ada unsur lucky. Dan saya terkadang tidak termasuk kategori tersebut karena artikel yang saya submit haru menunggu kadang 24 jam baru bisa dipublikasikan, kadang malah ada yang sama sekali tidak terpublikasi. Saya sering mention admin @Viva_Log di Twitter dan merasa sedikit ngeyel karena artikel saya agak sering terlewatkan. Namun demikian hal ini tidak menyurutkan minat saya untuk mensubmit artikel ke Viva Log karena sistemnya yang take and give. Saya ikut memberikan traffic ke Viva.Co.ID atau Gonla melalui widget yang saypasang di blog saya. Viva Log juga memberikan manfaat dengan mendatangkan traffic ke blog saya. Ini sebuah win win solution yang sangat cerdas dan tidak mengikat blogger untuk tunduk dalam satu blog keroyokan.

Terakhir, berkat keberuntungan jugalah, saya akhirnya memperoleh hadiah kedua dalam waktu berselang dua bulan dari Viva Log. Sebuah Galaxy Note akhirnya dapat saya peroleh setelah lama bermimpi memperoleh Phablet tersebut. Sangat berterima kasih kepada Viva Log. Tetaplah jaya dan berbagi dengan Blogger.

Melihat Keberhasilan Google di Tahun 2012

Google, sumber: Reuters
Penguasa mesin pencari masih berdiri dengan gagahnya. Google dengan tingkat inovasi sangat tinggi perlu berbangga karena tahun 2012 mereka lalui dengan sangat sukses. Tidak hanya secara ukuran harga saham yang terus meningkat (kini sekitar 700 dollar USD), tetapi juga secara produk di berbagai lini semakin lengkap. Meskipun dihadang cukup banyak masalah, terkait hubungan mereka dengan Apple Inc. yang memaksa keluarnya dua aplikasi penting, yaitu Maps dan YouTube dari iOS 6, namun Google bisa kembali dengan aplikasi yang sama dengan mutu aplikasi lebih baik. Tidak heran, dalam waktu singkat Google Maps menjadi aplikasi gratis terpopuler di AppStore Apple Inc. Demikian juga YouTube yang masuk ke dalam 10 besar aplikasi gratis terpopuler di AppStore.

Pertanyaannya tentu saja apakah Google bisa mengklaim keberhasilan di tahun 2012 ini? Saya rasa Google cukup punya banyak alasan untuk bisa bangga dengan pencapaian mereka di tahun 2012. Mari kita lihat beberapa gebrakan penting Google di tahun 2012 tersebut.

1. Knowledge Graph
Mesin pencari Google kini telah berevolusi menjadi sebuah pusat pengetahuan. Google berharap Knowledge Graph bisa menjawab kebutuhan pengguna internet yang semakin meningkat dalam hal pencarian. Kalau dulu mesin pencari Google memberikan informasi seperti terputus-putus antara satu hasil dengan hasil lainnya, kini dengan Knowledge Graph hasil pencarian saling terhubung. Coba perhatikan hasil pencarian berikut ini.
Hasil pencarian dengan Knowledge Graph
Hasil pencarian tentang Frank Lloyd Wright tidak hanya menampilkan siapa Frank Lloyd Wright tersebut. Di sisi kanan hasil pencarian ada berbagai link yang bisa dituju untuk mendalami lebih jauh siapa Frank Lloyd Wright, apa pekerjaannya, apa karyanya dan banyak lainnya. Inilah yang dimaksud dengan Knowledge Graph tersebut. Mesin pencari Google memberikan informasi yang sangat banyak tentang sesuatu hal yang dicari pengguna.

Inovasi Google ini semakin menjadikan mesin pencari Google sebagai mesin pencari nomor satu di dunia. Penguasaan pasar mesin pencari Google bisa mencapai 90%. Hal yang lebih bagus lagi inovasi Google ini dapat dinikmati pengguna tanpa bayar atau gratis. Meskipun demikian, mutu layanan yang diberikan Google sangat bagus.


2. Android
Android kini menguasai pasar OS smartphone dunia. Jumlah aktifasi per hari pun meningkat cukup fantastis, terakhir sebanyak 1,3 juta Android diaktifkan setiap hari. Misi Google dengan Android sangat jelas, yaitu agar semua orang memperoleh layanan Google dengan handset yang harganya tidak perlu mahal. Bila dulu orang memandang smartphone dan tablet sesuatu yang mahal, Google merubah cara pandang tersebut dengan memberikan Android secara cuma-cuma. Kini perangkat Android dapat diperoleh dalam harga yang sangat terjangkau. Jika anda mau, dengan uang Rp500.000 saja sudah bisa memperoleh perangkat Android seperti tablet branded lokal. 

Android juga merupakan jawaban Google terhadap vendor yang selama ini memasang harga sangat tinggi bagi produk smartphone mereka. Dengan demikian, vendor seperti Nokia, RIM BlackBerry dan Apple Inc. akan berpikir cukup keras agar perangkat mereka bisa cukup laku di pasar karena adanya perangkat lebih murah yang ditawarkan vendor lain yang menganut Android. Kompetisi seperti ini akan sangat bagus bagi konsumen. Konsumenlah yang diuntungkan dengan makin sengitnya persaingan di pasar smartphone dan tablet.

Secara penguasaan pasar di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis, Italia  dan Australia Android jauh mengalahkan iOS dari Apple Inc. Tidak lain karena diadopsi oleh banyak vendor sehingga handset yang tersedia di pasar lebih banyak dengan berbagai variasi fitur dan harga. Konsumen akan memilih yang paling cocok bagi mereka sesuai dengan dana yang tersedia. 

3. Perangkat Mobile
Di tahun 2012, Google menambah lini perangkat mobile mereka yang diberi nama Nexus. Sebelumnya hanya dikenal smartphone Nexus berkat kerja sama dengan vendor HTC dan Samsung. Di bulan Juni, Google mengumumkan tambahan perangkat baru yaitu tablet 7 inchi yang disebut Nexus 7. Nexus 7 merupakan hasil kolaborasi Google dengan vendor asal Taiwan ASUS. Google menawarkan tablet Nexus 7 versi wifi dengan harga yang sangat murah, mulai dari 199 dollar AS. 

Penjualan tablet Nexus 7 ini sangat bagus. Dalam beberapa review di beberapa situs teknologi dunia seperti Techcrunch dan AllThingsD, Nexus 7 dirating sangat bagus dan bisa berkompetisi dengan iPad atau setidaknya merupakan tablet 7 inchi terbaik di kelasnya.

Beberapa bulan kemudian, sekitar bulan Oktober 2012, Google meluncurkan Nexus 10, tablet 10 inchi hasil kolaborasi dengan Samsung. Di sisi smartphone Google bekerja sama dengan LG meluncrukan Nexus 4 yang sangat bagus penjualannya sejauh ini. Nexus 4 ini selalu mengalami sold out dalam waktu tidak beberapa lama setelah dipajang di Google Play. Eksekutif Google di Inggris sampai meminta maaf kepada konsumen yang telah memesan namun belum bisa dipenuhi karena pasokan dari LG yang memang sangat sedikit.

Bila kita lihat, lini perangkat mobile Google tersebut tidak hanya di sisi software-nya yang mengalami peningkatan. Di sisi desain desain hardware, Google mulai mengurangi jarak dari Apple Inc. yang selama ini dijadikan patokan dalam hal desain perangkat. Hardware yang dihasilkan dari lini Nexus kini semakin bagus rancang bangunnya. Ini menandakan Google mulai mengalami perbaikan di sisi desain.

4. Aplikasi Mobile
Pasar aplikasi Android, Google Play kini merupakan rumah dari 700.000 aplikasi. Tentu saja aplikasi tersebuat akan terus bertambah. Selain itu, Google juga membuat aplikasi sendiri, tidak hanya untuk Android, tetapi juga iOS Apple Inc. Aplikasi yang dibuat Google ini lebih dari 25 aplikasi terutama untuk iOS Apple Inc.Untuk iOS Apple Inc. Google telah mensubmit kembali dua aplikasi yang sebelumnya telah dibuang oleh Apple Inc. yaitu Google Maps dan YouTube. Aplikasi yang dibuat Google tersebut tentu saja mengalami peningkatan dari aplikasi sebelumnya. Sangat banyak review positif terhadap aplikasi Google Maps. Bahkan Walt Mossberg sampai mengatakan bahwa pengguna kini bisa membuang aplikasi Apple Maps dan menggantinya dengan Google Maps.

Tentu saja masih sangat banyak pencapaian Google di tahun 2012 selain daftar di atas. Salah satu yang penting adalah browser Chrome yang terus menunjukkan perbaikan dan pangsa pasar. Selain itu, media sosial ala Google, Google Plus mengalami peningkatan sangat signifikan karena sudah memiliki anggota 500 juta pengguna. Sebuah pencapaian bagus untuk media sosial yang baru akan memasuki usia dua tahun.

2013
Di tahun 2013 nanti apa kira-kira yang akan dilakukan Google. Saya memperkirakan versi Android terbaru akan dirilis Google sekitar kuartal kedua tahun 2013. Nama penerus Jelly Bean ini sudah sangat akrab, yaitu Key Lime Pie.  

Selain itu, yang patut diperhatikan adalah Google Glass. Kacamata super dari Google ini mungkin saja akan terlihat lebih jelas masa depannya. Tidak lupa adalah Self Driving Car Google. Tentunya Google berharap akan makin banyak negara bagian di Amerika Serikat yang membolehkan mobil tanpa sopir ini berlalu-lalang dijalan raya. Semoga saja.

Google Luncurkan Google Plus Communities untuk Bersaing dengan Facebook Grup

sumber: print screen

Google Plus, media sosial milik Google terus menunjukkan perkembangan yang positif. Dalam statistik terbaru yang diungkap oleh Google, Google Plus sudah memiliki 500 juta pengguna, 235 juta aktif menggunakan fitur +1 di Google Play, Hangout di Gmail, dan terkoneksi dengan teman melalui fitur search. Tidak itu saja 135 juta di antaranya aktif di stream Google Plus.

Bila kita lihat angka-angka cukup ini signifikan untuk sebuah media sosial berumur satu setengah tahun. Perkembangan yang signifikan ini terutama didorong oleh fitur yang lebih baik, baik melalui desktop maupun mobile. Integrasi smartphone Android ke Google Plus juga sebuah hal yang cukup memengaruhi karena sangat banyak pengguna yang mengakses Google Plus secara mobile. Terlebih lagi aplikasi Google Plus untuk iOS Apple Inc. juga sangat baik.

Tentunya Google tidak berhenti di angka-angka di atas. Hari ini, Google secara remi menammbahkan fitur Communities ke dalam Google Plus. Sesuai dengan platform Google Plus, yaitu menemukan orang-orang dengan minat sama, Communities dibuat sesuai dengan tujuan tersebut. Pengguna dengan minat yang sama akan terhubung dan berinteraksi lebih intens melalui Communities ini. Bisa dikatakan Communities seperti Group di Facebook dan akan berhadapan langsung dengan fitur Facebook tersebut. Namun dengan beberapa kelebihan yang ditawarkan dari sisi privasi.

Pertama tujuan Communities adalah untuk menjadi pool bagi pengguna dengan minat yang sama. Misalnya jika anda memiliki minat fotografi, tersedia banyak sekali komunitas fotografi di Google Plus. Tinggal pilih, mana yang menurut anda lebih baik. Google tidak membatasi seberapa banyak komunitas dalam satu topik tertentu. Misalnya Android, terdapat banyak sekali komunitas dengan berbagai nama Android, tetapi seiring dengan waktu hanya akan ada beberapa komunitas yang bagus dan tetap akan berdiri.


Kedua privasi komunitas dapat dipilih ketika anda membuat komunitas di Google Plus. Berdasarkan privasi ini, terdapat beberapa jenis komunitas, yaitu sebagai berikut.
1. Publik. Komunitas publik, siapapun bisa ikut, setiap pengguna Google Plus bisa terlibat di komunitas ini. Implikasinya adalah setiap orang bisa melihat update atau postingan di komunitas ini. Setiap pengguna juga bisa menemukan komunitas ini di mesin pencari Google. Komunitas ini cocok untuk anda yang memiliki minta fotografi, klub sepak bola dan olahraga lainnya.

2. Komunitas Publik dengan moderasi. Jika pengguna ingin bergabung dengan komunitas ini, butuh persetujuan moderator komunitas. Setiap orang bisa bergabung setelah memperoleh persetujuan sebelumnya. Update dan postingan komunitas ini bisa dilihat semua orang dan ditemukan di mesin pencari. Komunitas ini biasanya melakukan sharing konten secara publik, namun pembuatnya dibatasi. Komunitas seperti ini cocok bagi anda yang satu alumni dari universitas tertentu.

3. Private, hanya ditemukan jika ada pengguna yang mencarinya di mesin pencari. Setelah ditemukan di mesin pencari, setiap orang yang tertarik bergabung dapat bergabung, namun melalui persetujuan moderator. Update atau posting hanya bisa dilihat oleh anggota komunitas, namun jika pengguna lain mencari komunitas ini di mesin pencari, komunitas tetap dapat ditemukan. Komunitas seperti ini cocok untuk oragnisasi kecil dengan minat tertentu seperti blogger, komunitas musik Jazz dan lainnya.

4. Private tersembunyi. Komunitas ini tidak dapat ditemukan melalui mesin pencari, hanya orang yang diundang yang bisa menjadi anggota komunitas. Artikel hanya bisa dilihat oleh anggota komunitas dan sangat privasi. Komunitas ini mungkin cocok bagi mereka yang ingin bersembunyi di internet.

Tentu saja, ini baru awal dari usaha Google untuk lebih memberikan layanan kepada penggunanya. Tentunya terdapat banyak kekurangan, seperti notifikasi yang otomatis dikirim via email. Namun jika anda memasuki komunitas, anda bisa mengatur tampilan notifikasi di halaman Google Plus Anda. Tinggal klik tanda Bel di bawah foto profil komunitas yang anda ikuti, nanatinya notifikasinya tidak lagi dicantumkan di halaman Google Plus anda.
Anggota komunitas tetap bisa melakukan chatting secara pribadi dengan anggota komunitas lainnya dan Hangout bersama anggota komunitas lain.

Anda juga dapat mematikan notifikasi yang dikirim via email ke inbox GMail anda dengan cata menekan Mute di profil masing-masing anggota komunitas.

Dengan sekian banyak pengembangan, tentu saja Google Plus diharapkan semakin banyak penggunanya. Saya rasa tidak lama lagi, Google Plus akan mencapai 750 juta pengguna dan stream yang lebih sibuk, di atas 200 juta. Semoga saja, karena secara fitur Google Plus makin memantapkan diri sebagai media sosial terbaik saat ini.

Perang Twitter Versus Instagram

sumber: jomsurf.com
Beberapa hari belakangan, saya tidak melihat lagi  foto-foto dari teman yang biasanya melakukan share foto di Instagram ke timeline di Twitter. Tidak tahu alasannya apa, secara kuantitas, jumlah foto dari Instagram yang biasanya sangat banyak di timeline saya, menjadi sangat berkurang. Ada apa kira-kira?

Setelah tanya sana-sini dan mengikuti berita di Bloomberg, Wired, The Verge dan di Twitter sendiri barulah saya memahaminya. Ternyata Instagram yang kini dimiliki oleh Facebook memutuskan untuk mengurangi keleluasaan pengguna untuk men-share foto mereka ke Twitter.

Bloomberg melaporkan bahwa :
Instagram is making it harder for users to display pictures on microblogging site Twitter Inc. amid increased rivalry between the social-networking websites.
Dalam statusnya, Twitter memberitahukan bahwa pengguna Twitter akan mengalami masalah jika ingin melihat foto yang di-share dari Instagram. Instagram telah melakukan disabled terhadap fitur yang memungkinkan foto dan media lainnya dari Instagram tampil baik di timeline Twitter, yaitu Twitter Cards. Akibat dilakukannya disabled ini foto dari Instagram akan terlihat tidak bagus bahkan kadang ada yang terpotong.

Jika kita lihat secara garis besar, usaha Instagram membatasi sharign foto ke Twitter ini tidak terlepas dari keinginan Facebook untuk makin mendominasi media sosial. Kita ketahui, saat ini ada kecenderungan pengguna Facebook beralih ke Twitter, namun tidak sebaliknya. Selain itu, di Twitter berkumpul sangat banyak selebritis yang mampu mendongkrak popularitas Twitter melebihi Facebook.

Kevin Systrom CEO Instagram dalam pernyataannya sebagaimana dikutip Bloomberg mengatakan bahwa Instagram menginginkan penggunanya untuk memanfaatkan Instagram semaksimal mungkin tanpa bantuan pihak ketiga, seperti Twitter. Sebelumnya, Instagram memang mengizinkan Twitter Cards karena kehadiran Instagram belumlah terlalu terlihat. Kini dengan anggota lebih dari 100 juta, Instagram merasa tidak memerlukan lagi Twitter Cards.

Tentu saja hal ini sangat berpengaruh kepada pengalaman pengguna. Perang antara Instagram dan Twitter membuat pengguna tidak nyaman dalam menggunakan kedua layanan ini. Dari sisi pengguna, perang ini jelas sangat merugikan karena mereka tidak bisa lagi leluasa membagi foto ke Twitter. Dari sisi Instagram, terlihat mereka ingin jauh-jauh dari Twitter terkait perebutan dominasi media sosial dengan Facebook.