Showing posts with label Gadget. Show all posts
Showing posts with label Gadget. Show all posts

Pria Inggris Suka Mengintip Ponsel

Sebuah survei di Inggris yang dilakukan oleh mobilephonechecker.co.uk  beberapa waktu yang lalu menunjukkan perilaku tidak biasa pria Inggris dalam hal mengintip ponsel pasangannya. Dalam survei tersebut ditemukan fakta, pria Inggris dua kali lebih banyak dalam memeriksa (tanpa ijin)  atau mengintip  ponsel pasangannya untuk memeriksa pesan atau aktivitas dibandingkan yang dilakukan perempuan.

Demikian juga terhadap mantan pasangan. 62% pria Inggris mengakui mengintip ponsel mantan pasangan mereka, sedangkan perempuan yang melakukan hal yang sama hanya 34%.

Terkait dengan alasan apa yang mendorong melakukan tindakan mengintip, 89% peserta survei mengatakan mereka ingin mengetahui apakah pasangannya dalam hubungan romantis dengan seseorang atau untuk mengetahui adakah tanda-tanda perselingkuhan.

Hal lain yang patut diketahui adalah ternyata 52% peserta survei mengakui mereka mengetahui pass code atau password untuk mengaktifkan ponsel pasangan mereka sehingga bisa melakukan aksi mengintip.

Kira-kira bagaimana dengan para pria di Indonesia? Apakah mereka juga suka mengintip ponsel pasangan mereka? Jika melihat alasan yang dikemukankan para pria Inggris di atas, rasa-rasanya tidak beda jauh. Kemungkinan para pria di Indonesia juga suka mengintip ponsel pasangannya.

Sumber: The Telegraph

Short Review: Acer Iconia A1-811 Tablet Android Bertenaga dari Acer

Beberapa waktu yang lalu, Acer Indonesia merilis lini produk tablet terbaru di Indonesia dengan kode nama Iconia A1-811. Namanya agak sedikit ribet yah, namun ini mungkin untuk membedakannya dengan seri terdahulu yang hanya memiliki koneksi WiFi.

Tablet Iconia A1-811 ini berlayar 7,9 inchi, aspect ratio 4:3 (sama dengan iPad Mini) dengan Android Jelly Bean 4.2.2 sebagai penggeraknya. Spesifikasinya lengkapnya dapat dilihat sebagai berikut.
Spesifikasi Acer Iconia A1-811 (Klik untuk memperbesar)
Sudah lebih dari sebulan ini saya  menggunakan tablet Acer Iconia A1-811 ini. Ada beberapa aspek yang sangat saya sukai dari tablet ini, yaitu pertama sekali daya tahan baterainya. Dalam rilis promonya Acer memberikan daya tahan baterai 9 jam. 

Dari kondisi baterai penuh sampai sisa 20-18% dengan koneksi WiFi dan kecerahan layar 50% saya bisa terus menggunakan Iconia A1-811 hingga 12-14 jam lebih untuk penggunaan standar. Definisi penggunaan standar di sini adalah download aplikasi, media sosial, ambil beberapa foto, sesekali menonton video YouTube, merekam video, browsing internet via Chrome dan menjalankan berbagai aplikasi seperti Currents, Flipboard, Zite, TuneIn, PhotoGrid, Chatting serta main game seperti Candy Crush Saga, Subway Surf, Fifa14 dan lainnya. 

Perlu dicatat, bahwa saya tidak memakai secara terus-menerus selama 12-14 jam tersebut. Pengalaman saya ketika menggunakan dari kondisi 100% baterai, saya baru melakukan charging pada kondisi 20-18% dua hari kemudian. Jadi perlu dipahami angka 12-14 jam tersebut merupakan penjumlahan dari masa pakai yang saya lakukan di Iconia A1-811.

Sedangkan jika menggunakan koneksi 3G (dalam hal ini saya menggunakan Telkomsel) daya tahan baterai kira-kira 8-9 jam untuk pemakaian standar seperti di atas. Saat menggunakan tablet Android, fokus saya tak banyak, lebih hanya kepada daya tahan baterai karena aplikasi hampir semua standar dan disediakan di Google Play. 

Faktor lain yang saya suka dari Iconia A1-811 ini adalah harganya yang bisa dikatakan miring untuk tablet dengan spesifikasi 1,2 GHz quadcore dengan ROM 16GB. Harganya kurang dari 3 juta rupiah. Dengan kemampuan koneksi 3G HSDPA, Acer Iconia A1-811 ini tergolong murah. Spesifikasi yang sama dengan merek terkenal, saya bisa pastikan harganya lebih dari 3 juta rupiah.

Untuk kemampuan kamera, bisa dikatakan karena sedemikian ribet mengambil foto menggunakan tablet, saya cukup senang dengan hanya 5 megapiksel. Untuk ambil foto saya lebih cenderung menggunakan smartphone, jadi fitur kamera di sebuah tablet bukan menjadi faktor penting bagi saya ketika membeli tablet.

Layarnya juga cukup bagus untuk bermain game. Game seperti Fifa 14 bisa dimainkan dengan sangat mulus berkat prosesor MediaTek 1,2 GHz quadcore. Satu hal yang belum saya lakukan di Acer Iconia A1-811 ini adalah menonton film. Namun saya rasa akan sangat bagus dengan kemampuan sudut pandang 170 derajat, menonton film mungkin akan mengasyikkan.

Bagi saya tablet, bukanlah media untuk menggantikan kinerja laptop atau PC secara penuh. Sama halnya dengan smartphone, tablet lebih sering saya gunakan untuk tetap keep in touch dengan eMail, media sosial, internet, hiburan dan bermain game. Untuk memenuhi keinginan saya tersebut, Acer Iconia A1-811 sangat memadai dan bisa dikatakan melebihi ekspektasi. 

Faktor lain yang saya suka adalah temperatur tablet Icoania A1-811 yang bisa dikatakan tidak panas ketika dipakai cukup lama. Tablet saya terdahulu, sebuah merek dari Korea dan China, bila digunakan dalam waktu yang agak lama, bagian belakang atau back cover-nya terasa sangat panas ketika diraba. Demikian juga dengan Phablet Galaxy Note yang saya pakai. Hal ini tidak saya temukan di Acer Iconia A1-811. Suhunya cukup rendah meski dipakai cukup lama untuk bermain game atau terkoneksi ke internet.

Penting untuk diketahui bahwa tidak ada skin bawaan yang disematkan Acer di Iconia A1-8111. Ada beberapa aplikasi bawaan yang diberikan Acer seperti Acer Life Image, Acer Cloud dan Weather Widget, namun itu dapat dengan mudah di disable. Oleh karena tidak banyak aplikasi mimik marketing, ruang yang tersedia dari ROM 16 GB menjadi sangat luas, sekitar 12 GB.  Apalagi dengan ditambah micro SD Card up to 32 GB, ruang penyimpanan menjadi sangat luas.

Satu hal yang tidak saya temukan di Acer Iconia A1-811 adalah kemampuan Tethering. Saya sudah klaim ke Acer Indonesia kenapa fitur ini tidak ada di tablet yang saya pakai. Saya rasa ini per kasus saja karena setiap Android sudah pasti dilengkapi dengan kemampuan menjadi hotspot portable. Acer melalui akun Twitter-nya berjanji untuk menelusuri hal ini.

Kesimpulannya, jika anda ingin sebuah tablet Android yang cukup murah dan bertenaga serta desainnya berbeda dibandingkan dengan tablet Android lainnya dari sisi aspect ratio, Acer Iconia A1-811 adalah pilihan yang tepat. 

Berikut ini contoh foto yang diambil menggunakan Iconia A1-811.



Foto Acer Iconia A1-811:





So, terima kasih telah membaca review singkat ini. 

Update: Acer Indonesia melalui akun Twitternya mengkorfirmasi bahwa tidak ada fitur Tethering di Acer Iconia A1-811. Acer Indonesia menyarankan untuk mengunduh aplikasi tethering yang ada di Play Store.

Hal ini sebuah kerugian, terutama karena hampir semua tablet Android memiliki fitur tetheringi dan merupakan fitur penting yang tidak boleh dilupakan. Hal ini tentu akan menjadi faktor negatif bagi konsumen untuk membeli Acer Iconia A1-811. 

Baca juga:  Iconia A1-811, Tablet Android Quad Core Terbaru dari Acer Indonesia

Google Play Siapkan Aplikasi Khusus Tablet Android

Apa yang paling menjengkelkan ketika memiliki tablet Android? Aplikasi khusus tablet yang miskin dibandingkan dengan aplikasi yang ada di App Store untuk iPad. 

Sebagai pengguna tablet Android, saya kesal karena hanya tersedia sedikit aplikasi yang benar-benar ditujukan untuk tablet. Di Google Play, jika kita browsing dari tablet, tidak ditemukan suatu kanal khusus yang langsung bisa dinikmati untuk mengunduh aplikasi yang cocok dengan ukuran tablet. 

Memang harus diakui bahwa kini ada satu juta aplikasi ada di Google Play. Namun 99% aplikasi tersebut ditujukan untuk smartphone dan Phablet. Kalaupun ada aplikasi yang ditujukan untuk tablet, namun bercampur dan tak terklasifikasi sehingga sulit untuk menemukannya. Hal ini membuat tablet Android menjadi anak tiri dan seperti kurang diperhatikan padahal kini ada sekitar 70 juta tablet Android yang beredar di pasar dan jumlahnya terus meningkat.

Hal yang lebih aneh lagi adalah, aplikasi bagus seperti Twitter juga tidak menyediakan aplikasi khusus untuk tablet. Meskipun dirumorkan sedang mempersiapkan aplikasi khusus tablet, namun diberitakan aplikasi itu khusus untuk Tablet Samsung berlayar 10 inchi.

Masalah-masalah di atas membuat pengalaman menggunakan tablet Android berkurang dan tidak sebaik iPad. Padahal jangka waktu penggunaan tablet sebenarnya lebih lama dibandingkan dengan smartphone karena layarnya yang lebih besar dan pengguna cenderung lebih mau bekerja di tablet dibandingkan dengan smartphone.

Untuk mengatasi hal ini, Google telah mengumumkan sebuah langkah baru kepada pengembang aplikasi di Google Play. Dalam rilis resminya, Google mengatakan bahwa mulai tanggal 21 November 2013 nanti, pengguna yang berkunjung ke Google Play akan langsung (by default) menemukan kanal Designed for Tablets

On November 21, the Play Store will make a series of changes so it’s even easier for tablet users to find those apps that are best for their devices. First, by default, users browsing Google Play on a tablet will now see apps and games that are designed for tablets on the top lists (Top Paid, Top Free, Top Grossing, Top New Paid, Top New Free, and Trending). Tablet users will still be able to switch the view so they can see all apps or games if they choose. Also starting November 21, apps and games that do not meet the “designed for tablets” criteria will be marked as “designed for phones” for users who browse the Play Store on tablets.

Kanal Designed fo Tablets berisi aplikasi-aplikasi yang khusus didesain untuk tablet sehingga akan memudahkan pengguna untuk membeli dan mendownload aplikasi tersebut. Bersamaan dengan hal itu, Google juga mengimbau para pengembang untuk fokus membuat aplikasi untuk tablet Android dengan memperhatikan beberapa Quality Checklist agar aplikasi tersebut memiliki kegunaan yang tinggi bagi para pengguna tablet.

Saya kira langkah ini sesuatu yang sangat bagus. Tablet Android secara over all kini sudah melampaui iPad dari Apple. Sangat disayangkan jika aplikasi yang cocok untuk tablet masih sedikit dan tidak terklasifikasi dengan baik. Dengan langkah ini, Google menunjukkan kepada para pengembang bahwa tablet Android kini sudah semakin banyak dan pengembang memiliki kesempatan yang sangat bagus untuk melakukan monetisasi dan memperoleh banyak pendapatan dari aplikasi yang didesain khusus untuk tablet.

Ini Aksi BlackBerry Messenger di Android


BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android dan iOS masih belum resmi dirilis. Pun demikian, bocoran aksi dari layanan pesan instan itu sudah wara-wiri di internet.


Memang, BBM tersebut masih dalam versi beta. Namun seperti dilansir BlackBerry OS, versi ini cukup stabil saat dijajal di sistem operasi 'Robot Hijau'.

Dalam video bocorannya, terlihat BBM untuk Android memiliki tampilan seperti saat dijalankan di handset BlackBerry. Tak ada perubahan berarti dari segi desain.

Mungkin hanya beberapa fitur seperti swipe -- menggeser layar ke samping -- yang tergantung dari kemampuan setiap handset.

Untuk kemampuan, video tersebut juga mengungkap jika BBM untuk Android sudah dilengkapi dengan fasilitas 'groups' dan layanan standar BBM lainnya. 

Termasuk kemampuan transfer kontak dan konten dengan cara tinggal menempelkan dua handset yang sudah menjalankan BBM tersebut.

BlackBerry sendiri masih belum mengungkap kapan BBM akan diluncurkan secara resmi untuk Android dan iOS. Kemungkinan, layanan ini juga bakal unjuk gigi dalam gelaran BlackBerry Jam Asia yang akan berlangsung di Hong Kong pada akhir September 2013 mendatang.

Berikut aksi BlackBerry Messenger di handset Android seperti dilansir dari BlackBerryOS.com.





Detik.com

Fitur Google Now Makin Kaya Informasi

Bila anda pengguna smartphone Android berbasis Jelly Bean, anda kini sudah dapat mempergunakan aplikasi Google Now dengan tambahan berbagai informasi yang makin kaya. Sebagaimana diketahui, aplikasi Google Now adalah aplikasi Google Search yang dikembangkan oleh Google yang berbentuk kartu-kartu sehingga pengguna tidak perlu lagi melakukan pencarian manual. Cukup dengan memasukkan berbagai informasi dasar yang ingin anda ketahui, nantinya Google Now akan mengupdate informasi tersebut secara otomatis.

Informasi dasar yang perlu anda masukkan misalnya adalah lokasi tempat tinggal, lokasi kerja, klub sepak bola kesukaan anda, dan harga saham. Nantinya jika anda membuka aplikasi Google Now akan tersedia informasi terkini tentang hal tersebut, termasuk cuaca lokal saat anda berada.

Dalam pembaruan terbaru yang diberikan Google di Google Now, pengguna dapat memperoleh informasi yang makin kaya. Informasi tersebut antara lain tempat penyewaan mobil, tiket konser, public transit yang semakin baik, sharing komunitas, informasi acara televisi dan olahraga football Amerika atau NCAA.

Hal yang perlu diketahui dalam memanfaatkan Google Now ini adalah anda pertama sekali perlu melakukan pengaturan informasi apa saja yang ingin anda peroleh. Jika sudah diatur, nantinya informasi tersebut akan terupdate secara otomatis. Selain itu, beberapa tempat yang pernah anda kunjungi, juga akan muncul di Google Now. Tempat-tempat yang dekat dengan posisi anda pada waktu tertentu juga akan muncul, misalnya restoran atau tempat pariwisata.

Tips Memilih Paket Internet untuk Smartphone


Android bisa menjadi salah satu pilihan sistem operasi gadget yang kamu bisa gunakan sekarang ini. Di jaman sekarang ini, penggunaan internet menjadi hal yang sangat penting terutama di gadget. Apalagi untuk kamu yang ingin eksis di social media seperti Facebook,Twitter, atau mungkin suka upload foto di Instagram pasti membutuhkan koneksi internet yang siap digunakan dan pastinya cepat. Banyak provider juga menawarkan paket internet untuk Android yang cocok dengan aktivitas kamu tetapi karena banyaknya pilihan mungkin kamu menjadi bingung. Berikut Jalan Tikus berikan tips memilih paket internet untuk smartphone Anda:

1. Social media
Buat kamu yang menggunakan smartphone kamu buat eksis di social media atau sekedar chatting, disarankan menggunakan paket internet yang menggunakan kuota, karena tidak membutuhkan banyak kuota yang digunakan untuk mengakses social media dan chatting. Selain itu biasanya paket internet yang menggunakan kuota memiliki kecepatan koneksi yang lebih cepat dibanding yang unlimited.

Tips Memilih Paket Internet untuk Smartphone

2. Bisnis dan data
Untuk yang lebih banyak menggunakan smartphone untuk urusan bisnis seperti mengirim atau menerima data, sehingga besarnya kuota yang diperlukan tersebut berdasarkan data yang dikirim atau diterima, sebaiknya menggunakan unlimited. Walaupun memiliki kecepatan koneksi dibawah yang versi kuota, tetapi setidaknya kamu tidak perlu takut kehabisan paket internet ketika sedang menerima atau mengirim data.

Tips Memilih Paket Internet untuk Smartphone

3. Hotspot
Ada yang menggunakan fitur smartphone sebagai hotspot, dimana bisa menggunakan wifi yang dihasilkan oleh smartphone tersebut. Untuk hal ini sepertinya diwajibkan menggunakan paket unlimited dengan kecepatan yang tinggi juga, agar lebih nyaman ketika menggunakan koneksi wifi yang dihasilkan dari hotspotnya.

Tips memilih paket internet untuk smartphone ini juga sebaiknya disamakan ketika kamu memilih smartphone, tidak perlu menggunakan smartphone yang mewah atau memiliki fitur yang banyak dengan harga mahal tetapi kamu hanya menggunakanya hanya sekitar Facebook dan Twitter saja.

Cara Ambil Foto dengan Fitur PhotoSphere

Bila anda pengguna smartphone Nexus 4 dari Google, fitur Photo Sphere yang ada di smartphone tersebut merupakan sebuah fitur baru yang layak anda dalami. Dengan Photo Sphere anda bisa mengambil foto panorama 360 derajat. Namun belum banyak pengguna yang benar-benar cukup ahli dalam menggunakan fitur ini. Selain dengan Nexus 4, fitur Photo Sphere bisa juga anda install di perangkat Android lainnya, minimal Jelly Bean 4.2. Tentunya harus melalui file APK.

Untuk bisa menggunakan fitur Photo Sphere ini memang butuh sedikit keahlian. Untungnya Google memberikan cukup banyak petunjuk cara menggunakan fitur tersebut. Melalui sebuah forum diskusi, seorang Googler memberikan tips bagaimana mengambil foto dengan fitur Photo Sphere, yaitu sebagai berikut.
1. Pegang ponsel secara vertikal.
2. Usahakan ponsel sangat dekat dengan tubuh anda, taruh di sekitar wajah.
3. Jika ingin lebih bagus, berputarlah di sekitar ponsel anda, dengan posisi ponsel tak berubah.

Setelah mengambil foto panorama ala Photo Sphere anda bisa membaginya terutama ke Google Plus karena di Google Plus foto tersebut dapat dilihat sesuai dengan fitur Photo Sphere.

Tidak cukup hanya di Google Plus, Google baru saja merilis sebuah situs bagi mereka yang ingin foto Photo Sphere  mereka disubmit ke Google Maps. Nama situs tersebut adalah View. Di situs ini foto ala Photo Sphere yang anda buat bisa disubmit ke Google Maps dengan hanya login menggunakan akun Google Plus.
Bagi anda yang tertarik bisa mengunjungi View di link ini. Anda juga bisa menonton video YouTube di link ini.

Samsung Hadirkan Galaxy S2 TV Dilengkapi Digital Receiver

Samsung Galaxy S2 TV merupakan smartphone berbasis Android yang baru saja diluncurkan. Memang samsung Galaxy S 2 sebelumnya memiliki fitur TV yang terdapat dalam ponsel tersebut, tetapi Galaxy S2 TV ini adalah nama perangkatkeluaran terbaru asal korea selatan tersebut.

Ponsel samsung keluaran terbaru ini hadir dilengkapi dengan receiver digital yang biasa juga digunakan untuk antena parabola TV. Dengan menarik antena pada handset tersebut maka akan menjadikan ponsel tersebut berfungsi layaknya receiver digital (penerima TV digital), selain itu Galaxy S2 TV tersebut juga mendukung untuk standar penyiaran ISDB-T untuk menonton TV di ponsel tersebut.


Dengan mengusung layar sebesar 4 inci dengan resolusi 800×480, ponsel samsung Galaxy S2 tersebut akan menyasar kelas mid-range dengan konsep Dual SIM. Hadir menggunakan Os Android 4.2.2 dengan spesifikasi yang didukung prosesor dual-core dengan kecepatan 1GHz dengan memori 4GB dan masih ditambah slot micro SD. Selain itu, kamera utama 5 megapiksel dan didukung kapasitas baterai sebesar 1500 mAh.

Jika dibandingkan dengan Galaxy S II yang dirilis dua tahun lalu memang sedikit dibawahnya, pasalnya Galaxy S II hadir dengan layar 4.3 inchi, prosesor dual-core 1.2 GHz, serta kamera 8 megapiksel. Sayangnya, belum diketahui secara resmi harga yang ditawarkan untuk android Tv milik Samsung ini.

Sementara itu, kabar lain menyebutkan bahwa Samsung Galaxy S2 TV tersebut tidak akan diproduksi secara global. Pasalnya perangkat terbaru samsung ini hanya dipasarkan hanya di Negara brazil. Kita berharap semoga Samsung Galaxy S2 TV ini akan segera hadir di Indonesia.

Samsung Umumkan Jam Tangan Pintar September Mendatang

Jam Tangan Pintar dari Samsung
Samsung Smartwatch - Konsep jam tangan pintar sebenarnya memang sudah bergema sejak tahun lalu dengan hadirnya konsep iWatch (jam tangan pintar besutan Apple), namun karena kurang seriusan Apple dalam menggarap proyek tersebut, akhirnya gadget yang sempat membuat "panas" berita internet itu meredup. Melihat peluang yang cukup terbuka dan ditingalkan oleh Apple itu langsung ditangkap oleh Samsung dengan mengembangkan gadget serupa yang disebut Samsung smartwatch. Gadget yang memiliki nama seri SM-VL700 itu akan diumumkan pada bulan depan (September 2013). Jam tangan pintar besutan Samsung itu akan menjadi jam tangan pintar kedua yang dilepas ke pasaran setelah jam tangan pintar milik Sony yang lebih dulu diperkenalkan.

Jam Tangan Pintar dari Samsung


Smartwatch (jam tangan pintar) memang seakan menjadi tren baru dunia gadget. Peranti elektronik "wearable" memang diprediksi akan makin bermunculan setelah suksesnya Google Glass di pasaran. Samsung smartwatch sendiri merupakan jam tangan yang memiliki kemampuan selayaknya smartphone. Dikutip dari engadget, Samsung smartwatch akan mengadopsi sitem operasi Android dan display touchscreen berukuran 2 inchi. 

Gadget yang diprediksi akan meledak di pasaran ini tengah dilakukan proses pengujian di Jerman. Rencananya jam tangan pintar ini akan dikenalkan pada perhelatan IFA 2013 di Berlin September mendatang dengan nama Samsung gear. Penasaran ? Kita tunggu saja kelanjutannya.

Iconia A1-811, Tablet Android Quad Core Terbaru dari Acer Indonesia

Acer Iconia A1-811
Berapa budget yang anda anggarkan untuk membeli sebuah tablet Android branded baru? Jika anggaran anda maksimal 3 juta rupiah, anda perlu melirik Acer Iconia A1-811 dari Acer Indonesia.

Tablet Iconia A1-811 merupakan tablet Android terbaru dari Acer Indonesia yang dirilis dalam acara berbuka puasa pada tanggal 25 Juli 2013. Dengan harga kurang dari 3 juta rupiah dan akan tersedia pada bulan Agustus 2013 nanti, Iconia A1-811 siap menantang vendor lain semisal Samsung di pasar tablet di Indonesia.

Bila dilihat dari spesifikasi, Iconia A1-811 memberikan spesifikasi yang lebih baik dari para penantangnya di kisaran harga 3 jutaan. Hal ini karena Iconia A1-811 berbasis Android Jelly Bean 4.2.2 yang mendekati seri Nexus karena tidak ada skin. Selain itu prosesor 1,2 GHz dari Mediatek dengan 4 core menjanjikan kinerja mulus untuk melakukan multitasking.

Iconia A1-811 memiliki beberapa kelebihan lain seperti adanya port HDMI untuk menyambungkan tablet ke layar televisi. Ini merupakan sebuah hal yang patut diapresiasi karena tablet yang beredar saat ini kebanyakan tidak memiliki port HDMI sehingga konten yang ada di tablet tidak bisa ditonton di televisi. 

Sekilas karena aspect ratio-nya 4:3 Iconia A1-811 mirip dengan iPad Mini yang memiliki aspect ratio sama. Apalagi layarnya juga sama, seluas 7,9 inchi. Jadi agak berbeda dengan tablet Android lainnya yang luas layarnya 7 inchi dan memanjang. Tentu saja dengan ukuran seperti itu Iconia A1-811 memiliki luas layar lebih luas dengan ukuran panjang 208,7 milimeter dan lebar 145 milimeter dengan ketebalan hanya 11,1 milimeter. Namun beratnya hanya 410 gram. 

Iconia A1-811 menggunakan layar jenis IPS LCD dengan resolusi 1.024 x 768 TFT dengan LED Backlight. Membaca buku atau menonton serta bermain game akan lebih terasa nyaman, apalagi terdapat sensor Gyroscope. 

Kelebihan lain adalah Iconia A1-811 ini sudah menggunakan koneksi 3G sehingga tidak bertumpu hanya kepada jaringan Wifi. Terlebih dengan storage internal yang diberikan sebesar 16 GB plus micro SD card up to 32 GB. Sewaktu saya lihat seberapa banyak storage yang tersedia, ternyata masih cukup banyak yaitu 5 GB untuk versi 8 GB. Namun versi 8 GB ini nantinya tidak akan ada di pasar karena yang tersedia adalah versi 16 GB. Saya perkirakan karena tidak ada skin dan tidak banyak aplikasi bawaan yang dibawa Iconia A1-811, storage yang tersedia setidaknya sebesar 12 GB. Jumlah ini tentu saja sangat besar apalagi ditambah dengan micro SD card.
Acer Iconia A1-811 berwarna putih susu

Sisi kamera juga tidak luput dari perhatian Acer. Acer memberikan kamera belakang sebesar 5 megapiksel dan kamera depan 0,3 megapiksel. Kamera Iconia A1-811 bisa merekam video 30 fps 1080 full HD. 

Pertanyaannya, untuk menopang kinerja multi tasking dan menonton video HD seberapa besar kekuatan baterai yang ada di Iconia A1-811? Acer memberikan baterai dengan kekuatan 4.960 mAh yang diklaim bisa bertahan terus-menerus selama 9,5 jam jika menonton film dengan kualitas HD. Masa standby diperkirakan 408 jam. Tentu saja kekuatan baterai ini sangat dipengaruhi bagaimana pengguna mengatur tablet, misalnya tingkat kecerahan layar. Selain itu juga sinyal operator yang diterima turut memengaruhi, jika sinyal 3G operator sulit didapat, baterai biasanya akan lebih cepat habis.

Spesifikasi lengkap Iconia A1-811 dapat anda lihat di gambar berikut ini. 
Spesifikasi Acer Iconia A1-811
Tertarik dengan Acer A1-811? Saya rasa dengan spesifikasi tersebut di atas, tablet ini bisa dikatakan murah. Cukup banyak fitur yang diberikan dan harga sebesar 2,899 juta sangat realistis. Jika anda tertarik tidak ada salahnya membeli Acer Iconia A1-811 ini karena adanya jaringan 3G plus Wifi dan prosesor 4 core untuk kinerja lebih mulus.

Hitler Ungkap Aksi Copycat Apple Inc. di iOS 7

Sistem operasi iOS Apple Inc. terbaru dirilis dua hari yang lalu dengan nama iOS 7. Sistem operasi tersebut menuai berbagai tanggapan positif dan setuju dengan beberapa pernyataan Tim Cook, CEO Apple Inc. bahwa sistem operasi iOS 7 ini merupakan sebuah revolusi. 

Sangat banyak hal yang diubah olah Apple Inc. di iOS 7. Secara kasat mata bisa kita lihat  penanda sinyal kini dengan dot yang jumlahnya tergantung kekuatan sinyal. Selain itu, ada live wallpaper, shortcut setting yang bisa menghemat waktu pengguna dan sangat banyak lagi jika kita telusuri satu per satu.

Selain tanggapan positif, tentu ada tanggapan negatif dari berbagai pihak terkait dengan fitur iOS7 tersebut. Mantan pegawai Apple Inc. yang kemudian menjadi CEO di Palm (kemudian dijual ke HP) Jon Rubinstein beranggapan fitur iOS 7 Apple Inc. tersebut meniru WebOS yang layu sebelum berkembang.Tidak hanya iOS 7, Rubinstein beranggapan bahwa OS X juga meniru dari WebOS.

Sejauh ini, Google secara resmi tidak memberikan pernyataan terkait dengan iOS 7 tersebut. Sundar Pichai, kepala divisi Android dan Chrome malah antusias untuk bisa mencicipi sesegera mungkin iOS 7. Meskipun demikian, tidak sedikit sebenarnya fitur-fitur Android yang ditiru Apple Inc. dan dimasukkan ke iOS 7. 

Cult of Android dan Android Life merilis tujuh fitur Android yang sebenarnya sudah cukup lama ada di Android kini ditiru Apple Inc. dan dimasukkan ke iOS 7. Masih banyak ladi sumber yang beranggapan sama bahwa iOS 7 setidaknya meminjam banyak fitur dari Android. 

Bila yang lain mengungkapkan peniruan tersebut melalui teks, ada yang lebih pintar mengungkapkannya, yaitu melalui video.  Adalah Eli Fennel, seorang yang mengaku freelance menggarap sebuah video meme dari Film Downfall. Film tentang perang dunia kedua ini memang cukup banyak dijadikan meme karena adanya aksi marah-marah Hitler. Eli Fennel pun memanfaatkan cuplikan ketika Hitler memarahi para stafnya tersebut dengan memberikan teks berbahasa Inggris yang sebenarnya tentu tak cocok dengan bahasa Jerman yang dipakai oleh Hitler.

Kalimat-kalimat Hitler yang berisi kemarahan tersebut diberikan teks Bahasa Inggris yang berisi beberapa aksi copycat Apple Inc. terhadap Android. Bila kita tonton seluruh video tersebut, tidak hanya aksi copycat Apple Inc. yang dikemukakan. Beberapa kelemahan produk Apple Inc. seperti maps dan SIRI juga mengemuka. Selain itu persaingan antara Android, iPhone, BlackBerry bahkan Windows Phone juga diungkap. Tidak ketinggalan pengungkapan Fanboy Apple Inc. seperti Mike Elgan yang berpindah ke Android.

Secara keseluruhan video ini sangat lucu dan menohok Apple Inc. Hebatnya video ini adalah sesuatu yang sebenarnya serius namun disampaikan dengan cara yang lucu dengan tokoh sekaliber Hitler. Saya rasa pemilihan tokoh Hitler dan Film Downfall sangat tepat untuk mengungkap betapa Apple Inc. juga tidak terlepas dari aksi-aksi copycat.

Penasaran dengan video tersebut? Silahkan ditonton di bawah ini.


Aplikasi Traffic Mapping Waze Tambahan Bagus Bagi Google

Akhirnya, Google merampungkan pembelian aplikasi traffic Mapping Waze di angka 1,1 miliar dollar (sebagian ada yang menyebut 1 miliar dollar saja). Dalam blog resminya, semalam Google menyampaikan rampungnya pembelia Waze yang seperti terkatung-katung beberapa pekan terakhir.

Pada mulanya, perusahaan favorit yang bisa membeli Waze adalah Facebook. Facebook dikabarkan menawar Waze juga di angka 1 miliar dollar. Namun Facebook menginginkan karyawan Waze pindah ke Silicon Valley untuk bergabung dengan Facebook. Dikabarkan juga Facebook bisa memblok pihak lain karena menawar terlebih dahulu.

Tampaknya Waze tidak ingin pindah dari markasnya saat ini. Aplikasi social maps ini berbasis di Israel dan sudah cukup lama berdiri, yaitu hampir 6 tahun. Oleh karena negosiasi dengan Facebook mandeg, Google  masuk dan menawar Waze. Banyak pihak skeptis Google bisa membeli Waze karena ada Microsoft yang memiliki saham di Waze. Apalagi Facebook telah terlebih dahulu melakukan penawaran. Google menawar Waze di angka kurang lebih sama dengan Facebook dan mereka lebih fleksibel dengan membiarkan karyawan Waze untuk tetap berada di Israel. Apalagi Google punya kantor di Israel, hal ini mempermudah negosiasi.

Google membuktikan bahwa mereka cukup serius untuk membeli Waze. Dua hari yang lalu, sebuah harian di Israel mengabarkan bahwa Google dan Waze sudah hampir pada kata final pembelian Waze di angka 1,3 miliar dollar. Kabar tersebut ternyata menjadi kenyataan dua hari kemudian dengan konfirmasi Google.

Bila kita lihat, angka 1,1miliar dollar bukanlah angka yang kecil untuk sebuah aplikasi. Dulu Instagram dibeli Facebook senilai 1 miliar dollar (sebelum penyesuaian). Kira-kira apa yang diharapkan Google dari Waze karena pada dasarnya Google Maps sudah sangat superior. Dan lagi mungkin timbul kekhawatiran terkait aturan antitrust karena pemain di Maps sangat sedikit. 

Google dalam blognya mengatakan akan membiarkan Waze sementara ini tetap independen. Mereka diberikan kebebasan untuk terus memperbaiki produk dengan kolaborasi Google. Di masa depan Google berharap Waze bisa berkontribusi dan dimasukkan ke Google Maps dan mesin pencarian.

Saya rasa Waze merupakan tambahan bagus bagi Google. Dengan Waze produk Google Maps akan makin bernilai dan makin sulit disaingi oleh pemain lain. Kelebihan Waze yang memperoleh data dari 50 (28 juta aktif) juta pengguna yang terdaftar saat ini adalah kontribusi penggunanya dalam berbagi traffic. Saya sendiri menggunakan Waze dan saya rasa aplikasi ini cukup bagus dan detail.

The Verge memberikan alasan mengapa Waze merupakan aplikasi yang cukup berharga bagi Google.
 Waze also uses crowdsourcing to add context that many other mapping applications don't have. Drivers can upload information about traffic accidents, construction, gas prices, and detours, adding photos and flagging problem spots on the map to alert other drivers. The app also lets users see when their friends are driving to a common destination.
Intinya Waze adalah aplikasi user generated content yang bagus dengan menyediakan teknologi tepat bagi pengguna. Pengguna dapat melaporkan berbagai hal yang mereka alami di jalan dan berbagi informasi tersebut dengan teman mereka di media sosial lain seperti Twitter dan Facebook. Hampir tidak ada aplikasi lain serupa Waze yang fokus di maps dan menggabungkannya dengan media sosial. 


Acer Liquid E2 Smartphone Kelas Menengah Canggih dari Acer

Acer meramaikan pasar smartphone Indonesia dengan merilis smartphone seri Liquid E2 di Plaza Senayan pada hari Rabu tanggal 5 Juni yang lalu. Dalam peluncuran  yang diikuti oleh President Director Acer Indonesia, Mr. Jason Lim, Acer menjanjikan kinerja Liquid E2 tidak kalah, bahkan bisa mengungguli  beberapa smartphone sekelasnya yang telah ada di pasar. Patut dipuji, Acer yang bekerja sama dengan MediaTek bisa menghadirkan sebuah smartphone Quad Core yang bisa dikatakan murah, hanya sekitar 2,499 juta.

Dalam Press Release yang saya terima, Acer Liquid E2 merupakan smartphone quad core Acer pertama yang menggunakan prosesor MT6589 berkekuatan 1,2 GHz. RAM nya sebesar 1 GB dan ROM nya 4 GB yang bisa diekspansi hingga 32 GB. Acer Liquid E2 hadir dengan dukungan dual SIM Card. Baterai yang ada di Acer Liquid E2 berkekuatan 2.000 mAH menjanjikan talk time 9 jam dan masa stand by sebesar 450 jam.

Fitur lain yang sangat penting adalah kamera. Acer membenamkan kamera belakang sebesar 8 megapiksel Auto Focus pada Acer Liquid E2 dengan fitur zero shutter delay. Fitur ini memungkinkan pengambilan foto 10/20/40/99 dengan satu kali pengambilan. Menariknya Liquid E2 menawarkan 9 fitur lain di kameranya yang selama ini hanya ada pada smartphone high end. Fitur tersebut adalah Normal Mode, High Dynamic Range, Beauty Mode, Panorama Mode, Multiangle View, Autoscene, Smile Detection, Best Shot dan Exposure. Sedangkan kamera depan Acer Liquid E2  berkekuatan 2 megapiksel.

Layar qHD seluas 4,5 inchi yang terdapat di Acer Liquid E2 memberikan pengalaman multimedia yang lebih baik. Menonton film dan bermain game akan lebih menyenangkan dengan layar smartphone Acer Liquid E2 yang lebih lebar dibandingkan smartphone sekelasnya seperti Galaxy Ace 2 dan HTC Desire V.

Acer Liquid E2 menggunakan Android Jelly Bean dengan UI Android Default. Ini artinya tidak ada skin seperti Sense yang terdapat di HTC atau Touchwiz yang ada di smartphone Samsung. Dengan demikian, anda bisa merasakan pengalaman menggunakan seri smartphone Nexus dari Google karena UI nya Android default.

Fitur lain yang ditawarkan oleh Acer adalah kecanggihan sistem suara DTS. Kualitas suara yang dihasilkan Acer Liquid E2 luar biasa jernih dengan dukungan DTS Sound. Acer Liquid E2 menjanjikan jangkauan suara yang lebih luas, lebih jelas dan jernih serta natural. Ini tentu sangat bermanfaat sekali ketika mendengarkan musik atau menonton film.

Ketika saya merasakan langsung, Acer Liquid E2 memang enak dipegang. Pas di tangan dan tidak berat, hanya 140 gram. Layarnya cerah dan perpindahan antar layar ke layar berjalan dengan mulus.Bagian belakang atau back cover Liquid E2 terbuat dari plastik. Bagian atas back cover terdapat speaker yang cukup besar, lalu kamera. Di bagian bawah back cover terdapat lagi satu speaker besar. Kalau melihat desain speaker yang besar ini jadi ingat ponsel branded lokal. Namun tentu Acer punya alasan sendiri menggunakan dua speaker besar tersebut.


Dengan harga Liquid E2 yang sebesar 2,499 juta rupiah, sebenarnya Acer cukup berani karena akan bersaing dengan Samsung Galaxy Ace 2 dan HTC Desire V yang sudah memiliki nama di pasar. Saya rasa harganya mungkin bisa lebih murah lagi agar Acer bisa lebih mudah masuk ke pasar dan dibeli konsumen. Namun bila melihat fitur yang diberikan yang berada di atas para pesaingnya tersebut, harga Acer Liquid E2 cukup pantas.

Berikut ini beberapa foto dari Acer Liquid E2, enjoy!
Antutu Benchmark Acer Liquid E2

Acer menyediakan ROM 4 GB yang bisa diekspansi maksimal 32 GB

Back Cover Acer Liquid E2 dengan dua speaker besar

Layar qHD 4,5 inchi Acer Liquid E2

Jason Lim, President Director Acer Indonesia
memperkenalkan Liquid E2

Gadget Baru Acer Aspire P3, Ultrabook Apa Tablet?

Riko Gunawan, Head of Product Management Acer Indonesia
memberikan presentasi produk Acer Aspire P3.
 sumber: Acer Indonesia
Hybrid. Kata ini sepertinya kata magis untuk gadget saat ini. Bila beberapa waktu yang lalu kita mengenal hybrid antara snartphone dengan tablet yang disebut Phablet, kini ada hybri baru, yaitu antara tablet dengan Ultrabook. 

Bila sejenak kita lihat ke belakang, hybrid antara tablet dan smartphone yang digagas oleh Samsung dengan produknya Galaxy Note memperoleh sambutan meriah dari konsumen (terbukti dengan penjualan yang bagus). Bisakah hybrid antara tablet dengan Ultrabook mengikuti kesuksesan tersebut?

Saya rasa sangat banyak elemen yang menentukan kesuksesan tersebut dan bukan jawaban yang mudah. Namun setidaknya Acer mencoba mencoba memasuki pasar Hybrid tersebut dengan merilis Hybrid antara Tablet dengan Ultrabook di Senayan City pada hari Kamis 30 Mei yang lalu.

Jika dilihat selintas, Aspire P3 ini mirip dengan tablet Surface. Namun bedanya adalah Aspire P3 merupakan Ultrabook yang sudah disertifikasi oleh Intel. Jadi gadget ini adalah Ultrabook sebenarnya dengan kemampuan tablet sebagai pendamping.

Jason Lim,  President Director, Acer Indonesia mengatakan bahwa Aspire P3 menunjukkan fokus Acer untuk memberikan pengalaman baru  dalam berkomputasi melalui desain yang progresif. Acer mengerti bahwa tren konsumen bergerak pada penggunaan layar sentuh untuk berkomputasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Acer Aspire P3 akan melengkapi produk-produk Acer lainnya yang saat ini tersedia di pasar dan untuk menjawab kebutuhan para profesional dengan menghadirkan perpaduan fitur terbaik pada notebook dan tablet.

Kemampuan sebagai Ultrabook
Sebagai Ultrabook yang sudah disertifikasi oleh Intel, Acer Aspire P3 memiliki kemampuan yang patut dicoba. Pengguna dapat menggunakannya sebagai perangkat untuk melakukan kegiatan komputasi sehari-hari seperti membuat presentasi dan berbagi konten multimedia. Kemampuan ini juga termasuk menjalankan berbagai aplikasi sekaligus, seperti video conference sambil membuat dokumen dan mengedit foto, sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

Prosesor Intel Core i3 dan Intel Core i5 yang responsif memberikan performa yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal tersebut, sekaligus membuat konsumsi baterai lebih efisien.  Aspire P3 menggunakan Windows 8, sehingga perangkat ini dapat menjalankan berbagai program Office serta program-program Windows lainnya yang penting untuk berbagai keperluan bisnis.

Keyboard chiclet pada Aspire P3 dibuat dengan ukuran penuh suatu keyboard, sehingga dapat digunakan dengan nyaman untuk kebutuhan produktivitas, seperti menulis dokumen dan mengolah data. Aspire P3 didukung dengan media penyimpanan data SSD 60GB atau 120GB untuk sistem pemrosesan data yang lebih cepat dan aman, juga disertai full sized port USB 3.0 agar para pengguna dapat dengan mudah menyambungkan Aspire P3 ke perangkat eksternal.

Kemampuan sebagai Tablet
AcerAspire P3 dioptimalkan untuk hiburan. Layar Aspire P3 berukuran 11,6 inci dengan teknologi IPS dapat menampilkan video, foto dan multimedia lainnya dengan akurasi dan ketajaman warna yang menakjubkan. Desain layarnya yang lebar, dengan  kemampuan sudut pandang 170 derajat, layar Aspire P3 dapat menampilkan gambar dengan baik dari berbagai sisi. Fitur Dolby Home Theater untuk headphone dan built-in speaker di dalamnya memberikan kualitas suara yang terbaik. Audio dan video pada Aspire P3 dapat ditampilkan pada layar tambahan melalui port HDMI. Acer Crystal Eye HD Webcam dapat merekam video hingga 720p HD, sementara kamera belakang 5MP dapat memotret dengan resolusi tinggi.

Harga
Acer Aspire P3 ditawarkan dengan harga Rp.7,499,000 (Intel Core i3) dan Rp.8,499,000 (Intel Core i5) setelah cash back Rp.1.000.000. Harga setelah cash back hanya berlaku selama pameran di Senayan City, dari tanggal 30 Mei - 2 Juni 2013.

Kesimpulan
Dari sisi desain bisa dikatakan ini sebuah kemajuan dari Ultrabook yang bisa dilipat dan dibuka dengan sangat mudah. Gadget ini bisa dibawa ke mana saja  dan multifungsi. Bagi anda yang sibuk Acer Aspire P3 ini bisa dijadikan pilihan untuk pekerjaan sekaligus sebagai hiburan.

Namun salah satu ciri gadget hybrid, terutama tablet dengan Ultrabook yang sebenarnya jarang ada di pasar adalah adanya kompromi antara fungsi Ultrabook dengan fungsi tablet. Hal ini berakibat tidak maksimalnya kedua fungsi gadget ini. Saat ini sebagai tablet Aspire P3 tidak memiliki modem 3G sehingga mengandalkan jaringan Wifi untuk koneksi internet atau dongle. Meskipun Acer menjanjikan edisi berikutnya dari Aspire P3 ini mungkin akan ada modem 3G. Selain itu, beratnya juga melebihi berat tablet papan atas saat ini, yaitu sebesar 800 gram. Ini dilakukan untuk mengakomodasi fungsi sebagai ultrabook.

Sebagai tablet, Acer Aspire P3 tidak berbasis prosesor ARM, namun prosesor Intel. Ini tentu saja untuk mengakomodasi syarat sebagai Ultrabook.

Sebagai Ultrabook Aspire P3 tidak memiliki ruang yang sangat luas untuk media penyimpanan. Acer Aspire P3 menggunakan SSD dengan versi 60 dan 120 GB. Ruang media penyimpanan tersebut tentu akan sangat kecil bila dibandingkan ultrabook sebenarnya dan pengguna yang sangat sibuk dan membutuhkan media penyimpanan internal yang lebih dari 120 GB. Meskipun hal ini bisa diakali dengan media penyimpanan eksternal.

Silahkan dilihat foto-foto peluncuran Acer Aspire P3 berikut ini.
Acer Apire P3 The hybrid Ultrabook

Tengah, Jason Lim President Director Acer Indonesia
 sumber: Acer Indonesia

 Santosh Viswanathan, Chief of Representative, Intel Indonesia
Sumber: Acer Indonesia

DJ Mahesa Utara melakukan demo DJ dengan menggunkan
Acer Aspire P3.
Sumber: Acer Indonesia

Mengapa Nokia Tidak Mau Meninggalkan Windows Phone

Stephen Elop, CEO Nokia
Sebuah serangan langsung ke CEO Nokia, Stephen Elop terjadi saat pertemuan dengan investor di Helsinki. Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, pemegang saham Nokia tidak puas dengan kinerja Elop, meskipun sebenarnya terdapat sedikit perkembangan penjualan Nokia Lumia berbasis Windows Phone. Para pemegang saham meminta Elop melihat opsi lain dan jika mungkin beralih ke Google Android, meskipun itu akan membuat Nokia memakan omongan mereka sendiri. 

Stephen Elop, mantan eksekutif di Microsoft adalah orang yang pertama kali mengemukakan Burning Platform lebih dua tahun yang lalu. Saat itu ia mengatakan platform nya sendiri Symbian sedang terbakar karena sudah uzur dan tak memiliki perkembangan berarti sehingga Nokia harus segera beralih ke Windows Phone. Saat itu tahun 2011, Elop memutuskan untuk bekerja sama secara mendalam dengan Microsoft guna menghasilkan smartphone yang bisa bertarung dengan Android dan iOS Apple. Nyatanya, dua tahun lebih semejak kesepakatan itu dibuat (di mana dikabarkan Nokia memperoleh uang kas per tahun 1 miliar dollar, meskipun kemudian harus membayar royalti ke Microsoft) nasib Nokia tidak juga berubah.

Elop juga telah melakukan langkah-langkah drastis pemecatan karyawan, penutupan beberapa kantor di beberapa tempat dan penjualan markas besar Nokia di Finlandia. Elop bekerja cukup keras menyelamatkan Nokia yang harga sahamnya di tahun 2000 sekitar 65 Euro dan kini tinggal hanya 3 Euro saja. Namun tentu, karena fakum menghasilkan smartphone selama dua tahun, Nokia tertinggal di pasar. Pasar andalan mereka di feature phone juga sudah diusik oleh Samsung. Ini artinya Nokia diserang di dua sisi sehingga memang tidak bisa berkata lain, selain menyerah.

Tentu saja keputusan beralih ke Windows Phone tersebut menuai banyak kecaman. Bahkan ada analis yang beranggapan, Elop telah membakar lumbung Nokia. Menurut analis ini, Symbian tidak perlu ditinggalkan, mungkin perlu direvitalisasi. Namun keputusan Elop sudah bulat dan tidak bisa disanggah. Ia juga mengatakan tidak memilih Google dengan Android-nya karena terlalu terpecah-pecah. Dan lagi uang yang ditawarkan Microsoft tentu lebih dari cukup untuk memberi Nokia nafas selagi menghasilkan smartphone yang siap bertarung di pasar.

Pada akhir tahun 2012 Nokia mulai mengunjungi pasar dengan brand Lumia. Ada beberapa handset yang mereka hasilkan seperti Lumia 800, Lumia 900, Lumia 810 dan yang baru akan beredar Lumia 928. Sebagian besar smartphone tersebut ditujukan pertama kali untuk pasar Amerika Serikat. Sayangnya sambutan terhadap Nokia Lumia biasa-biasa saja. Ini karena dua vendor besar di pasar smartphone, Samsung dan Apple tengah berada di puncak dengan produk masterpiece mereka seperti Galaxy S3 dan iPhone 5. Di Amerika Serikat boleh dikatakan Nokia gagal untuk menarik konsumen beralih ke Lumia. Di Eropa terdapat peningkatan pasar Nokia secara signifikan. Ini tidak lain, dari dulu Eropa memang bersahabat dengan Nokia.

Secara umum, Nokia Lumia bisa dikatakan gagal bersaing terutama dengan Samsung dan Apple Inc. Kondisi inilah yang membuat para investor meminta Elop untuk mencari jalan lain, kalau perlu beralih ke Android. Namun Elop tetap pada keputusannya memilih Windows Phone. Ia mengatakan tidak ada pilihan kedua. Nokia fokus di Windows Phone. Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan karena Nokia kini memiliki pasar sekitar 5% saja di pasar smartphone.

Pertanyaannya, mengapa Stephen Elop bersikukuh tetap menggunakan Windows Phone? Dalam kalimat lain mengapa ia tetap tidak mau Nokia beralih ke Android?

Saya kira kritik terhadap Stephen Elop sudah sangat berlimpah. Bisa dikatakan Elop adalah CEO keras kepala. Namun tentu Elop memiliki alasan yang orang lain tidak melihat alasan tersebut. Bagi saya sendiri keputusannya tetap di Windows Phone tersebut adalah karena beberapa alasan berikut ini.

Pertama, Microsoft adalah mantan majikan Stephen Elop. Elop sempat bekerja di Microsoft dan menjadi salah satu eksekutif di sana. Mau tidak mau, karena mantan pegawai, Elop akan sangat mempertimbangkan hal ini. Selain itu, tidak ada vendor besar yang fokus di Windows Phone selain Nokia. Tentu saja jika Nokia pergi, platform Windows Phone bisa karam. Harapan Elop adalah dengan menjadi satu-satunya vendor yang fokus di Windows Phone, Nokia akan memperoleh support sangat besar. Ini dibuktikan dengan uang 1 miliar dollar dan kampanye pemasaran yang selalu didukung penuh oleh Microsoft.

Sayangnya dukungan penuh Microsoft tersebut tidak terlalu berarti. Saat Android dan iOS berjaya di pasar, konsumen akan terkooptasi oleh duopoli Android dan iOS. Mereka hanya memiliki dua pilihan terbaik, kalau tidak Android, pasti iOS. Bahkan BlackBerry pun sudah ditinggalkan banyak orang. Ini artinya support Microsoft tersebut, perlakuan istimewa terhadap Nokia oleh Microsoft tidak berlaku di pasar karena konsumen tidak melihat dukungan tersebut dalam bentuk produk yang bagus.

Kedua, Elop tentu beralasan, jikapun beralih Android, apakah ada jaminan sukses. Ini tentu sebuah pertanyaan yang perlu dijawab dengan data-data pasar dan kecenderungan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian smartphone beberapa tahun terakhir. Jika Nokia menggunakan Android apakah mungkin dijamin sukses layaknya Samsung? Saya kira, jika ini alasanya Elop, bisa jadi ia seorang CEO pesimistis. Saya sendiri melihat keunggulan Nokia di bidang hardware yang sudah terbukti. Jika hardware bagus ini dipadukan dengan sistem operasi yang tengah menjadi idola pengguna, tentu akan sangat baik. Namun tentu Nokia akan seperti vendor lain, berebut dengan vendor Android yang sangat banyak sehingga tidak mungkin memperoleh dukungan penuh dari Google. Apalagi Google sendiri menghasilkan seri Nexus yang mungkin akan menjadi pesaing Nokia.

Ketiga, Elop terlalu ego dan gengsi. Ego Stephen Elop untuk mengakui salah langkah dan segera beralih ke Android terlalu tinggi. Ia yang memutuskan berpindah ke Windows Phone dan mengatakan Android tidak bagus bagi Nokia, akan sangat terluka jika ia sendiri yang kemudian menarik kata-kata tersebut dan beralih ke Android. Selagi Nokia dipimpin oleh Stephen Elop, saya percaya hampir tidak ada kamus beralih ke Android di dalam pikirannya. Ini menyangkut harga diri sehingga Nokia pun mungkin perlu ia korbankan. Tentu saja kalau sudah seperti ini, investor Nokia sebaiknya mengganti Stephen Elop sesegera mungkin. 

Keempat, Nokia mungkin akan ada peluang untuk dijual ke Microsoft. Rumor dijualnya Nokia ke Microsoft bukan rumor baru. Dengan tetap menggunakan Windows Phone, Nokia memiliki peluang untuk dibeli Microsoft. Ini sangat terkait dengan masa depan perusahaan asal Finlandia tersebut. Jika beralih ke Android, mungkin peluang tersebut hilang karena tentu Microsoft tidak mau dan kalaupun mau membeli pasti dengan harga diskon. Dengan tetap menjadi mitra Microsoft harga Nokia akan tetap tinggi dan suatu waktu jika memang sudah tidak mampu lagi, Microsoft segera membeli Nokia.