Showing posts with label Odd Stuffs. Show all posts
Showing posts with label Odd Stuffs. Show all posts

Selamat Jalan Prof. Sjafri Mangkuprawira

Prof Sjafri bersama Blogger Bogor

Apa yang dapat kita lukiskan tentang kematian? Mungkin hanya sedih dan murung sebagai pertanda bahwa kematian adalah sesuatu yang mungkin kita “benci”. Kabar kematian yang kita terima diklasifikasikan sebagai kabar buruk sehingga kita sering menghindar, meskipun sebenarnya kita tidak dapat sama sekali menghindari kematian diri kita sendiri.

Kematian seseorang, apalagi yang kita kenal dekat tentu meninggalkan duka yang mendalam. Saya pernah mengalami kematian Ayah saya sendiri.  Pernah menerima kabar kematian teman, saudara dan kerabat lainnya. Namun ada yang tidak berbeda dari kabar kematian, yaitu datangnya selalu tiba-tiba, tanpa diduga. Mungkin itu semacam pertanda kepada kita tentang kesementaraan kita di dunia ini.

Kemarinpun sama saja. Saya menerima kabar kematian seseorang yang menjadi panutan bagi kelompok saya, sebuah kelompok blogger di Bogor, yaitu Blogger Bogor. Kami memiliki pembina yang merupakan Guru Besar IPB, yaitu Bapak Prof. Sjafri Mangkuprawira. Beliau ini kami sebut blog father karena beliaulah yang menaungi kami di setiap ada kegiatan. Rumahnya di Gunung Batu, Bogor  selalu terbuka untuk diskusi. Kolam pemancingannya kami jadikan ajang untuk Kopdar. Kerelaan beliau bergaul dengan kami yang biasanya lebih banyak hidup dan bertemu di awang-awang (online) merupakan sesuatu yang patut dipuji.

Kamipun bukan tanpa alasan menjadikan beliau sebagai pembina. Di usia 70 tahun, beliau masih aktif mengajar. Selain mengajar, beliau sangat aktif menulis di blog pribadinya, yaitu ronawajah.wordpress.com. Beliau juga sangat aktif di media sosial Twitter dan Facebook. Kesimpulannya beliau orang yang melek dengan kemajuan teknologi dan mau terlibat dalam kemajuan tersebut bahkan turut serta mengembangkannya.

Kabar kematian Prof. Sjafri membuat saya terhenyak. Pagi itu tanggal 6 Februari, seperti biasanya saya menengok halaman Twitter Blogger Bogor. Sebagai orang yang diserahi tugas mengelola media sosial Blogger Bogor, saya berkewajiban menengok setiap saat time line. Tanpa disengaja muncul tweet dari follower yang mengabarkan meninggalnya Prof. Sjafri karena serangan jantung. Tweet tersebut diperkuat dengan kabar resmi dari IPB tentang meninggalnya Prof. Sjafri.

Sesuatu yang sangat mendadak. Hal ini karena kami baru saja bertemu beliau di hari Minggu (3/2-2013) untuk diskusi dan merancang  program kerja Blogger Bogor di tahun 2013 ini. Kami sempat makan nasi uduk bersama, meskipun pada awalnya telah kami tolak karena tidak mau merepotkan. Namun beliau tidak mau, kami yang berjumlah sebelas orang harus makan. Mungkin sebuah pertanda jamuan makan terakhir? Entahlah.

Di saat diskusipun saya memandangi wajah Prof. Sjafri. Wajahnya cerah meski di usia yang sudah lanjut. Kilat keningnya menandakan ia orang yang terus bergerak, tidak mau diam dan terus berpikir. Ia menyapa saya, ” Hai Rik, apa kabar?

Seingat saya pertemuan yang hari minggu itu baru merupakan pertemuan ketiga saya dengan beliau. Sebagai orang dengan usia tua, ingatan beliau sungguh masih baik. Ia menyalami saya, menayakan kondisi keluarga dan anak saya yang bungsu. Bercengkrama sedikit tentang hal-hal remeh-temeh dan selalu tersenyum dan tertawa.

Begitulah adanya Prof. Sjafri Mangkuprawira. Ia seorang profesor yang menginjakkan kaki di bumi secara sebenarnya. Ia sangat menghargai orang-orang muda yang mau bertukar pendapat dengannya. Kami tidak pernah menerima perintah dari beliau, tanpa ada diskusi terlebih dahulu. Kesediaannya menerima anak-anak muda, bergaul dengan mereka hampir tanpa batas pemisah, sesuatu yang mungkin tidak saya temukan di diri orang tua sekelas profesor.

Terang saja saya dan teman-teman Blogger Bogor merasa sangat kehilangan. Kami mungkin seperti ayam yang kehilangan induk, namun apa daya hidup akan terus berjalan ke depan, tidak ke belakang. Mengenang Prof. Sjafri melalui tulisan ini adalah semacam ritual bagi saya mengingat-ingat pertemuan dengannya yang tidaklah banyak.

Tak dapat kami lukiskan kesedihan yang ada saat ini. Kemarin beberapa rekan ikut men-shalatkan beliau dan mengantar ke peristirahatan terakhir di Dredet, Bogor. Sorenya lebih banyak lagi kami berkumpul untuk melayat ke rumah beliau. Melihat puluhan karangan bunga, ungkapan kesediahan berbaris di depan kami. Sungguh kami tidak pernah bisa membalas jasa beliau yang sangat banyak.

Selamat jalan Prof. Sjafri. Seperti kata Hatta di liang kubur Sutan Sjahrir, tugasmu ada yang meneruskan. Jangan khawatir dengan generasi di belakang, mereka akan mencari pintu perkuburan mereka sendiri-sendiri. Damailah di surga!

Bisnis Jual-Beli Organ Tubuh Manusia

Sumber: wired.com
Sebuah reportase mendalam yang dimuat di Majalah Wired, mengurai bisnis organ tubuh manusia dan menjadi pembenaran bahwa praktik-praktik penjualan organ tubuh manusia tersebut  merupakan suatu kenyataan dan sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. Beberapa organ tubuh manusia yang diperjualbelikan, baik legal maupun ilegal adalah darah, rambut, liver, kornea, kulit dan banyak lainnya.


Darah
Darah pada dasarnya tidak boleh diperdagangkan. Di India per pin (568 ml)  darah dihargai 25 dollar AS, sedangkan di AS 337 dollar. Secara legal darah diperoleh dari para pedonor yang sukarela mendonorkan darahnya, namun ada juga yang ilegal dengan cara membayar orang yang mau mendonorkan darahnya melalui blood farms. Di India pada tahun 2008, banyak para tahanan dijadikan seperti sapi perahan, dimana setiap tiga kali seminggu darah mereka disedot   kemudian darah tersebut diperjualbelikan. Ini adalah bentuk ilegal untuk mendapatkan darah. Darah ini kemudian diperjualbelikan dan tentu saja menghasilkan pendapatan dan keuntungan.

Rambut
Rambut yang baik untuk bahan dalam hair-extension industry banyak berasal dari India karena biasanyarambut dari India sangat panjang dan dirawat dengan bahan alami tanpa merusak rambut tersebut (bebas dari bahan kimia). Setiap tahun jutaan pon rambut dihibahkan secara cuma-cuma ke sebuah kuil di India Selatan bernama Tirumala yang dipimpin oleh Lord Venkateswara. Rambut yang dihibahkan ini selanjutnya dijual ke Barat (Eropa atau Amerika). Kuil ini memperoleh pendapatan per tahun dari penjualan rambut sebesar 12 juta dollar AS. Harga rata-rata rambut itu sendiri berkisar 308 dollar AS. Harga ini tentu bisa naik berlipat-lipat di hair-extension industry dan salon-salon di Eropa dan Amerika.


Kornea Mata
Kornea mata merupakan organ tubuh manusia yang relatif lebih mudah ditransplantasikan dan relatif lebih mudah juga diangkut melewati batas-batas  negara menuju negara-negara yang membutuhkan. Di Amerika sendiri kebutuhan terhadap kornea mata sangat tinggi dan donor sangat sedikit sehingga Amerika merupakan pengimpor kornea mata yang cukup besar di dunia. Seorang  mantan ahli bedah China  bersaksi di depan Kongres AS bahwa ia telah memanen ratusan kornea (bersama dengan ginjal dan kulit) dari tahanan yang dieksekusi di China. Meskipun PBB telah  mencoba untuk mengakhiri perdagangan  organ internasional, namun sejauh ini pasar global tetap tidak bisa dikendalikan. Harga kornea mata implan di AS berkisar 24.400 dollar AS. China memang sudah bukan rahasia lagi sangat berperan dalam jual-beli organ tubuh manusia.

Jantung
Pasar gelap untuk tranplantasi jantung hampir tidak ada karena dalam melakukan transplantasi dibutuhkan keahlian kedokteran yang sangat tinggi dan mungkin saja organ jantung yang diperoleh belum tentu cocok dengan mereka  yang membutuhkan. Menurut wired.com di Arab Saudi terdapat pasar gelap untuk melakukan transplantasi jantung, namun hampir tidak ada bukti untuk menguatkan dugaan tersebut. Secara legal jantung berharga 997.700 dollar AS yang sumbernya berasal dari donor, sementara di pasar gelap hanya seharga 119.000 dollar AS dengan sumber dari para penjahat yang dihukum mati di China. Di China pada tahun 2009 sebanyak 5.000 orang penjahat dihukum mati. Organ tubuh penjahat ini merupakan sumber utama organ tubuh manusia yang diperjualbelikan di pasar gelap.

Hati
Transplantasi hati bisa dilakukan dengan menggunakan donor hidup. Metode ini lebih sulit karena tim dokter harus memastikan kondisi si pendonor nyaman dan memastikan kondisinya 100 persen kembali sehat. Hati pendonor diambil sebagian dan didonorkan kepada yang sakit. Nah dengan kondisi seperti ini, tidak bisa sembarang orang menjadi donor sehingga jumlah pendonor sangat sedikit. Di pasar gelap, hati dari para tawanan di penjara China yang dieksekusi merupakan sumber yang penting. Di Philippina juga bisa diperoleh dari beberapa penadah organ tubuh manusia yang membeli dari beberapa orang melarat yang tinggal di kawasan kumuh dan  membutuhkan uang. Harga hati secara legal berkisar 557.100 dollar AS, sedangkan di pasar gelap hanya sekitar 157.000 dollar AS.

Ginjal
Ginjal juga termasuk organ yang bisa diperdagangkan. Sebuah sumber mengatakan bahwa para penghuni kawasan kumuh di India, Pakistan dan Indonesia diiming-imingi uang agar mau menjual ginjal mereka. Harga ginjal tentu saja tidak murah. Di India dihargai sebesar 15.000 dollar AS, di China 62.000 dollar AS, dan di Amerika sendiri harganya mencapai 262.900 dollar AS. Selain cara-cara ilegal, ginjal juga dapat diperoleh dengan legal dari para pedonor hidup.

Sewa Rahim
Sewa rahim bukan hal baru bahkan di Indonesia sendiri. Indonesia sendiri melarang praktik sewa rahim ini, namun tentu tetap saja ada yang melakukannya secara diam-diam. Di Gujarat, India terdapat sebuah klinik bernama Akanksha Infertility Clinic yang beroperasi untuk menyewakan rahim dengan tarif hanya 23.000 dollar AS. Masih banyak klinik-klinik kesuburan yang bertindak sebagai penyedia jasa penyewaaan rahim ini, baik legal maupun ilegal. Di Amerika Serikat sendiri tariff sewa rahim cukup mahal yaitu berada di angka 80 ribu dollar AS sampai 150 ribu dollar AS.

Ligamen dan Tulang
Kebanyakan organ menjadi tidak berguna segera setelah pemiliknya meninggal. Pengecualian kunci ligamen dan tulang. Di AS, sebuah rumah pemakaman terlibat dalam pencurian ligamen dan tulang dan menjualnya tanpa izin. Bahkan baru-baru ini sebuah perusahaan di AS mengaku telah mengambil ligamen dan tulang orang yang sudah meninggal sebanyak dari 244 mayat. Secara legal ligamen dan tulang dapat diproleh melalui donor, dan ilegal dari mayat. Harganya pun tidak murah berkisar di angka 5.465 dollar AS.

Kulit
Jika kulit anda terbakar atau luka yang sangat besar meninggalkan lubang di tubuh anda, dan tidak bisa diatasi dengan menjahitnya, tak ada pilihan lain selain menutupnya dengan kulit yang lain, yang tentunya juga berasal dari manusia. Namun tentu tidak banyak manusia yang masih hidup mendonorkan kulitnya. Akibatnya untuk kulit ini tidak ada pilihan lain diambil dari mayat, mungkin melalui rumah pemakaman seperti ligamen dan tulang. Namun demikian cangkok kulit ini tidak selalu berhasil karena mungkin saja menimbulkan infeksi bagi tubuh. Untuk 1 square inch (0.00064516 m2) kulit harganya sekitar 10 dollar AS.

Kerangka
Ekspor organ tubuh manusia sejatinya dilarang sejak lama, paling tidak semenjak tahun 1985. Namun masih banyak saja yang melakukan bisnis ini karena keuntungan yang sangat besar.  Di pasar gelap kerangka dicuri dari kuburan di India dibersihkan dengan asam, diselundupkan ke luar negeri, dan dijual ke penadah di Kanada. Harganya juga tidak murah berkisar antara 2.993 dollar AS sampai 5.500 dollar AS. Walau ada cara legal melalui donor, namun tentu lebih banyak lagi melalui pasar gelap di mana sumber utamanya adalah kuburan di India.

Dari reportase di atas, ternyata hampir semua organ tubuh manusia dapat dijual, baik secara legal apalagi ilegal. Hal ini merupakas sesuatu yang sangat menarik untuk ditelusuri lebih jauh,  terutama di Indonesia karena semakin banyaknya orang yang membutuhkan transplantasi organ. Tentu saja organ tubuh tersebut ada yang menjualnya secara sembunyi-sembunyi. 

Sumber: Wired Magazine
Catatan: Artikel ini pertama kali saya publikasikan di Kompasiana pada bulan Februari 2011. Artikel ini kemudian dipindahkan ke blog pribadi yang kemudian saya tutup. Artikel ini merupakan publikasi ulang karena blog yang lama telah dihapus dengan perubahan seperlunya.

Pertemuan dengan Tan Malaka, Presiden Indonesia

Tan Malaka
Sumber: maliqmaliq.wordpress.com

Tan Malaka memakai topi bundar khas yang sering dipakainya serta hanya bercelana pendek.  Ia tengah menuju Istana Merdeka setelah seminggu berada di Bayah, Banten untuk melihat dan mengingat kembali jazad para Romusha yang ditelantarkan Jepang. Tan berada dalam  KLB (Kereta Luar Biasa) sehingga tidak perlu repot mengatur lalu lintas. Polisi hanya tinggal mengawasi perlintasan kereta api saja, mana tahu ada yang mencoba bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke KLB.

Di KLB itu Tan Malaka tidak sendiri. Ada ribuan orang, Tan Malaka dengan konsep Marxis-nya tentu tidak mau menikmati sendiri jabatan presidennya. Ia seperti sosialis, yang seperti Sutan Sjahrir ingin berbagi dengan siapa saja, bahkan yang dinamakan kursi untuk Tan sebenarnya tidak ada. Satu-satunya kursi di KLB itu hanya untuk masinis kereta. Tan berkata,” Kekuasaan ini milik rakyat, bahkan kereta dan celana dalam saya dibeli dengan uang rakyat, lalu mengapa pula saya tidak mau berbagi dengan mereka”. Tapi tentu tidak semua orang setuju dengan analogi Tan tersebut.

Tan bertanya, “Apa tidak ada kursi lain Pak Masinis yang terhormat?  Masinis dengan penuh takzim menggeleng, Tan pun paham bahwa walau ia sebagai presiden terpilih harus rela untuk berdiri. Untunglah Tan tidak mengeluh, bahkan ia bersemangat sekali, mungkin membayangkan jabatan presiden yang selama ini tidak diinginkannya, mungkin juga karena negeri yang sedari muda diperjuangkannya, akhirnya bisa juga ia bawa ke arah yang dicitakannya.

Pemandangan seorang presiden yang berdiri di antara sesak penumpang kereta tentu sebuah pemandangan luar biasa.  Tan memang berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya. Tan seperti memaknai apa yang dikatakan oleh ayahnya.

” Tan, ingatlah  bahwa penguasa sebenarnya pelayan yang melayani keinginan rakyatnya. Upahnya bukan uang semata, tapi surga yang maha lapang untuknya, kelak nanti hidup setelah  mati”.

Tan hampir saja meneteskan air mata mengingat hal itu, karena penguasa sebelumnya suka berfoya-foya di atas derita rakyatnya. Ada yang membesarkan partainya saja, ada pula yang melulu bimbang tapi pintar sekali mencipta. Tan sungguh kecewa, mengapa para penguasa sebelumnya tidak puas-puasnya berkuasa.

Tan ingat, sebuah percakapan sebelum ia terpilih dengan penguasa yang suka bermain gitar dan mencipta lagu itu.

“Kalaulah Saudara berani bertindak tegas sebagai penguasa, saya akan mundur dari pencalonan ini”, ujarnya. Saya mengerti sekali posisi Saudara, tapi mengapa Saudara tidak bisa berkata apa adanya?, sungut Tan. Penguasa itu diam saja. Akhirnya Tan memutuskan maju di pemilu yang akhirnya menjadikannya presiden Indonesia, entah presiden yang ke berapa.

Selagi enak-enaknya di KLB, beberapa calon menteri yang dijagokan Tan untuk mengisi departemen yang penting berbisik-bisik. Ada beberapa calon  menteri Tan yang suka nyeletuk soal gaya kepresidenan Tan ini. Tentu tidak jauh-jauh, Soekarno yang menjabat menteri salah satu departemen yang penting, yaitu Departmen Anti Kapitalis.

Soekarno dengan gaya necis serta peci hitamnya tentu jengah dengan KLB yang panas dan reot itu. Menurutnya tidak layak seorang presiden naik KLB yang sesak itu dan tanpa kursi lagi. Selain bisa capek karena juga harus mengurus negara, menteri pun juga capek karena juga harus ikutan berdiri.
“Yang Mulia Presiden, mengapa kita memaksakan diri berdiri di KLB yang reot ini?”, tanya Soekarno yang sudah tak tahan panasnya di dalam kereta.

Tan tersenyum saja dengan pertanyaan  Soekarno itu, ia malah menyuruh Soekarno untuk duduk di kursi satu-satunya.

“Saudara Soekarno, kalau saudara mau duduk di depan sini ada kursi, silahkan kata, Tan sedikit mengejek calon menterinya itu. Itu artinya Soekarno harus jadi masinis jika ingin duduk dan tentu saja dengan segala hormat Soekarno menampiknya.

Perjalanan dari Bayah menuju Istana Merdeka dengan memakai KLB itu sangat mengasyikkan. Semua tempat yang dilalui Tan tidak ada yang macet. Di setiap stasiun KLB berhenti, penumpang keluar masuk, tidak peduli bahwa di KLB itu ada seorang presiden.  Tan Malakan benar-benar senang karena tidak ada rakyatnya yang mengeluh usahanya harus terbengkalai, jalanan macet atau pengemis harus dikurung sementara waktu karena ia sedang menggunakan jasa KLB.

Tan Malaka lebih senang lagi setelah meneriman laporan menteri urusan sosialisme, Sutan Sjahrir.
“Tuan presiden yang terhormat, hamba baru saja menerima laporan bahwa para pengemis ingin menyumbangkan duit yang sedikit milik mereka untuk memperbaiki KLB yang sedikit reot ini”, lapor Sjahrir. “Para pengemis  sedih sekali jika Tan harus berdiri bersama penumpang yang lain, dan mereka takut kalau ada orang yang tidak senang dengan kebijakan Tan akan dengan mudah menggorok leher Tan karena Tan tidak dikawal”.

Tetapi Tan menampik tawaran itu, ia mengatakan ia lebih baik mati di KLB ini daripada bikin rakyat  susah.
Setelah hampir empat jam dalam perjalanan, Tan bersama rombongan akhirnya sampai juga di Istana Merdeka. KLB di parkir di dekat stasiun Pasar Baru, Tan turun bersama menterinya. Karena jarak yang tidak begitu jauh menurut Tan (ia biasa berjalan kaki 4 jam menuju perpustakaan sewaktu membuat Madilog), Tan akhirnya jalan kaki saja menuju istana.

Menteri yang sudah disediakan masing-masing satu oplet akhirnya tidak memakai oplet itu karena Tan memilih jalan kaki. Alasan Tan adalah untuk kesehatan dan mengurangi polusi. Ini terkait nantinya dengan pembicaraan Tan tentang bagaimana membuat Indonesia yang lebih hijau dan bebas polusi dengan Perdana Menteri Rusia yang baru yaitu Anatoly Karpov.

Di sepanjang jalan menuju istana Tan tidak melihat satu pun polisi yang mengawalnya, tidak juga rakyatnya yang melambai-lambaikan bendera atau foto Tan. Para menteri pun hilang satu-satu menuju rumah masing-masing. KLB memang tidak dibutuhkan lagi karena Tan sendiri  telah mati.

Saya terjaga dari mimpi. Hari sudah siang, matahari telah tinggi,  Tan Malaka tak juga menghampiri.

Pekerja Seks Komersial antara Kemajuan Gadget dan Internet

sumber: .lightstalkers.org

Sebuah penelitian terhadap pekerja seks komersial di New York menunjukkan bahwa para pekerja seks komersial (PSK) tersebut sudah sangat jamak dalam menggunakan gadget dan internet sebagai media untuk bertransaksi. Internet dan kebangkitan ponsel telah dimanfaatkan banyak pekerja seks untuk bertransaksi secara lebih profesional. Dengan ponsel atau smartphone yang jaringan internet  tersedia di dalamnya para pekerja seks komersial dapat mengontrol citra mereka, menetapkan harga, dan menghindari germo, mami, dan perantara lain yang pernah mengambil bagian dari pendapatan para pekerja seks komersial tersebut. Bisnis seks di zaman internet sekarang ini merupakan bisnis yang telah sangat berkembang,  kurang berisiko danmakin menguntungkan, hal ini  menarik beberapa perempuan kelas menengah untuk terjun dalam bisnis yang bebas pajak ini.
Penelitian yang dilakukan oleh Sudhir Venkatesh yang dipublikasikan di Majalah Wired Edisi Februari 2011 terhadap  para pekerja seks komersial di New York bisa sedikit membuka mata kita terhadap para pekerja seks komersial ini dalam melakukan bisnis dan bagaimana kemajuan internet dan gadget bisa menolong  mereka dalam bertransaksi. Sudhir Venkatesh mengikuti 290 orang pekerja seks komersial dan menghabiskan waktu 12 bulan bersama mereka. Banyak di antara pekerja seks komersial tersebut menutupi profesi mereka dari pengetahuan keluarga. Hasil dari penelitian selama 12 bulan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
Lokasi ( Indoor vs Outdoor Sex Work)
Berdasarkan lokasi dikenal dua jenis pekerja seks komersial, yaitu Streetwalkers dan Escorts. Terdapat beberapa perbedaan antara PSK Streetwalkers dengan Escorts. Biasanya para Streetwalkers mendapat bayaran 75 dollar untuk setiap transaksi, sedangkan escorts pendapatannya lebih besar 50% dibandingkan yang diperoleh  StreetwalkersStreetwalkers biasanya paling tidak pernah dipenjara selama dua kali, sedangkan escorts hampir tidak pernah berinteraksi dengan polisi. Dalam hal perlakuan, Streetwalkers biasanya rata-rata dipukuli 4 kali dalam setahun, sedangkan escorts hanya dua kali. Biasanya para Streetwalkers membawa pisau kecil di dompet untuk jaga diri, sedangkanescorts lebih mengupayakan suatu tempat yang aman bagi klien mereka. Biasanya streetwalker adalah pemadat, artinya mereka melacurkan diri karena ingin terus membiayai kebiasaan nge-drug, sedangkanescortterus melacurkan diri untuk membiayai pembelian pakaian dan sepatu mereka.

Agen (Germo)
Lebih dari 60% pekerja seks komersial yang diteliti, pernah berkerja dengan agen atau germo tertentu. Kebanyakan para pria hidung belang memang mencari pasangan melalui agen atau germo karena mereka tidak mau repot harus berkeliling mencari dan bisa mengurangi biaya yang tidak perlu. Namun dari sisi pekerja seks komersial agen atau germo bukanlah sesuatu yang selalu baik. Hal ini karena germo sedikit sekali memberikan perlindungan terhadap mereka padahal penghasilan mereka selalu dipotong oleh germo tersebut. Untuk dapat menyesuaikan dengan selera pria hidung belang yang selalu mencari PSK melalui germo, para PSK membuat sebuah situs tertentu di internet, yang fotonya merupakan foto-foto palsu dan memberi nama situs tersebut seolah situs tersebut merupakan sebuah agen atau germo yang cukup besar dan bonafid, padahal sebenarnya situs tersebut merupakan usaha mandiri dari para pekerja seks komersial tersebut untuk menghindari germo.
Bayaran
Terdapat berbagai kelas bayaran pekerja seks komersial seperti  Streewalkers, Self Employed, bergabung dengan agen kelas bawah (blue collar agency), dan agen kelas atas. Untuk Streewalkerssetiap satu kali  transaksi PSK akan mendapat 75 dollar, self employed mendapat 150 dollar tanpa potongan, tetapi ia harus membayar biaya pemasaran, transportasi, keamanan, biaya untuk penyedia kamar, dan obat untuk kliennya. PSK yang bergabung dengan agen kelas bawah akan mendapat jatah 60% dari tarif 350 dollar per transaksi. Biasanya agen membayar untuk iklan dan keamanan, sedangkan klien membayar biaya kamar dan minuman. Bayaran bagi PSK yang bekerja untuk agen kelas atas jauh berbeda. Biasanya klien membayar dua kali, masing-masing untuk PSK dan agennya secara berbeda dengan nilai yang sama, misalnya jika PSK dibayar 2.000 dollar sekali transaksi, agennya juga harus dibayar sejumlah yang sama.
Pendidikan yang Ditamatkan dan Pekerjaan sehari-hari
Sebagian besar pekerja seks komersial di New York yang diteliti memiliki ijazah SMA (86%), 53% di antaranya pernah kuliah, dan 19% memiliki ijazah sarjana. Selain itu, mereka juga bekerja (tidak hanya menjadi pekerja seks komersial). Mereka bekerja di bidang food service, seperti restoran dan katering (47%), kesenian seperti penari, aktris, dan pemain musik (11%), retail sales (43%), dan penerbitan (9%).
Gaya Hidup
Walaupun bekerja sebeagi pekerja seks komersial, banyak PSK yang tetap bergaya dan merawat tubuh terutama rambut pirang (blonde) mereka, memakai gadget mahal dan berusaha dekat dengan karyawan hotel untuk melancarkan bisnis mereka. Untuk urusan gadget mereka biasanya memakai BlackBerryatau iPhone. Dari para PSK yang diteliti, 70% diantara mereka memakai BlackBerry dan 11%  iPhone. Merupakan suatu keterkejutan sendiri mengapa mereka memiliki dua gadget ini. Namun dari ciri pemakai Blackberry dan iPhone kita bisa paham bahwa para pemakai Blackberry dan iPhone adalah orang bisnis yang necis dan profesional. Paling tidak para PSK tersebut berusaha agar mereka terlihat seperti itu dengan memakai kedua gadget ini.
Barang Favorit
Dalam setiap transaksi yang mereka lakukan, terdapat beberapa barang yang mesti ada dalam tas para PSK tersebut. Beberapa barang favorit yang harus ada dalam tas para PSK adalah sebagai berikut.
1. Dua buah ponsel, satu ponsel tidak cukup karena risiko ponsel diambil oleh klien pemakai jasa PSK sangat besar sehingga dua ponsel dalam tas sesuatu yang rasional.
2. Celana dalam ekstra, biasanya para lelaki hidung belang akan mengambil celana dalam PSK sebagai souvenir, tentu saja ini tidak gratis, sekalian ini juga pemasukan bagi para pekerja seks komersial.
3. Krim anti memar atau kemerahan untuk pertolongan pertama disebabkan oleh perlakuan kasar klien.
4. Permen karet
5. Kondom dan pelumas, kalau klien tidak ingin memakai kondom, mereka harus membayar 25% lebih mahal dari tarif yang disepakati.
Selain barang favorit, para PSK juga memiliki barang yang tidak pernah dibawa dalam melakukan pekerjaan. Barang-barang tersebut,  yaitu ID Card (KTP), kalaupun membawa biasanya KTP palsu dengan alamat yang juga palsu, kartu kredit atau  debit agar tidak diketahui dimana mereka tinggal, dan tanda pembayaran (karena memang tidak dibutuhkan).
Tempat Melakukan Aksi
Kemajuan Facebook ternyata dimanfaatkan sebagai media bagi para pekerja seks komersial untuk menjual jasa mereka. Dari penelitian ditemukan  61 persen mengatakan mereka sudah pernah menggunakan craigslist sebuah situs untuk iklan, sebagian besar untuk mengiklankan diri. Namun akhir-akhir ini banyak dari pekerja seks komersial tersebut yang beralih ke Facebook, 83 persen diantara PSK yang diteliti memiliki halaman Facebook, diperkirakan pada akhir tahun 2011, Facebook akan menjadi media mendapatkan klien paling terkemuka bagi para PSK .
Bila kita amati data-data di atas, ternyata para PSK sangat melek teknologi. Mereka juga menggunakansocial media seperti Facebook untuk berinteraksi dan mencari klien. Kecenderungan pengguna Facebook yang terus meningkat, merupakan pasar tanpa batas yang sangat menarik. Apalagi menjadi pengguna Facebook tak harus bayar, bisa beriklan dengan murah dan memungkinkan untuk upload foto sebanyak mungkin dengan tingkat kerahasiaan yang bisa diatur. Selain itu penggunaan gadget yang fokus pada Blackberry dan iPhone juga sesuatu yang perlu kita kritisi. Tampaknya kedua gadget tersebut berperan dalam mempermudah para PSK dalam melakukan pekerjaannya. Dalam kasus Facebook pun demikian, Facebook membantu PSK untuk lebih mudah menemukan klien mereka dengan biaya yang sangat minim. Dengan kemajuan teknologi dan internet, pekerja seks komersial pun telah mengubah cara-cara mereka dalam berbisnis. Tak dipungkiri lagi telnologi dan internet telah mempermudah sehingga kemudian makin memperbanyak perempuan yang terjun ke dalam bisnis ini.
Note: Artikel ini merupakan artikel pindahan dari blog di Wordpress di tahun 2011