Showing posts with label Enjoy Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Enjoy Jakarta. Show all posts

Workshop Peran Blog Dalam Memajukan Pariwisata Bersama Viva

Sumber: dokumentasi pribadi
Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya karena dapat mengikuti workshop tentang menulis blog khususnya yang bertema Travelling. Workshop ini tentu saja diisi oleh pembicara yang sudah ahli di bidangnya, sebut saja Barry Kusuma dan Riyanni Djangkaru. Selain itu ada pembicara dari Opera Indonesia yang berbagi tips sekitar bagaimana melakukan mobile blogging dengan menggunakan browser Opera Mini.

Bagi anda yang suka travelling, nama Riyanni Djangkaru bukanlah nama yang asing lagi. Riyanni Djangkaru pernah mengasuh acara Jejak Petualang dan kini merupakan Editor In Chief Divemag Indonesia. Sementara Barry Kusuma baru saja merilis buku tentang travelling berjudul 15 Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia. Selain kedua tokoh tersebut, turut hadir bintang film Tio Pakusadewo dan pejabat Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta. 

Workshop yang dihadiri oleh 150 blogger ini sangat menarik. Terutama di dalamnya digali potensi wisata di Kota Jakarta yang tidak kalah bagus dibandingkan dengan Singapura, Thailand dan Malaysia. Dari Workshop ini terlihat permasalahan kepariwisataan di DKI khususnya dan Indonesia umumnya, yaitu kurang dikenalnya destinasi wisata. Kurang dikenalnya destinasi wisata tersebut lebih karena pemberitaan yang sedikit dan mungkin anggapan para pelancong yang sudah negatif duluan terhadap kota Jakarta.

Riyanni Djangkaru dalam uraiannya mengatakan bahwa wisata di kota Jakarta itu sangat mengasyikkan. Kota yang sangat macet ini bisa dinikmati dengan terlebih dahulu merubah mindset para pelancong. Artinya dalam berwisata hal-hal negatif tentang kota Jakarta haruslah tidak dikemukakan dan nikmati wisata tersebut sebaik mungkin.

Hal yang lebih penting sebenarnya tentang wisata di Jakarta adalah keterlibatan semua pihak dalam memajukannya. Hal ini diungkap oleh perwakilan Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Selain itu, Dinas Pariwisata juga tengah mengusahakan agar jalur Bus Way dapat dilewati oleh bus pariwisata guna menambah kesenangan wisatawan yang berkunjung ke Jakarta.

Berbicara tentang destinasi wisata, Kota Jakarta memiliki wisata kota layaknya Singapura, Malaysia dan Thailand. Destinasi wisata seperti di kepulauan Seribu dan berbagai mall yang menjanjikan wisata belanja yang tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan negara tetangga. Tinggal sebenarnya untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata tersebut. Dalam hal ini para blogger dengan kemampuan menulisnya, dapat menjadi solusi untuk memperkenalkan wisata kota Jakarta ke publik agar lebih dikenal dan menimbulkan rasa ingin mengunjungi destinasi wisata tersebut.


Tio Pakusadewo dalam uraiannya mengungkapkan betapa pentingnya kerja sama semua pihak dalam memajukan wisata di Jakarta. Ini artinya, wisata bukan tanggung jawab pemerintah saja. Warga Jakarta pun turut berperan dengan memperbaiki diri, keluarga dan lingkungan mereka. Artinya mulailah terlebih dahulu membersihkan diri, keluarga dan lingkungan, kemudian akan menular ke Jakarta secara keseluruhan. Kota yang bersih karena warganya bersih merupakan destinasi wisata yang menarik.  

Dalam Workshop ini juga diumumkan para pemenang lomba blog Enjoy Jakarta. Terdapat tiga pemenang utama dan tujuh pemenang hiburan yang memperoleh berbagai hadiah dari pihak penyelenggara. Oh, iya, acara workshop ini terselenggara berkat kerja sama Viva.Co.Id, Dinas Pariwisata DKI, Opera Mini dan kontribusi berbagai sponspor seperti Kid Zania.

Silahkan dinikmati beberapa foto dari acara Workshop Peran Blog Dalam Memajukan Pariwisata di DKI Jakarta berikut ini.

Tarian khas Betawi membuka acara Workshop Blogging

Sebagian Blogger yang hadir

Mbak Riyanni Djangkaru memaparkan tips blogging

Horeee ada hadiahnya


Di Jalan Surabaya, Berburu CD Bekas Premium

Jalan Surabaya, sumber dokume pribadi
Bagi anda yang tinggal di Jakarta tentu Jalan Surabaya, di dekat stasiun kereta api Cikini bukan sesuatu yang asing lagi. Bahkan bagi saya yang warga di luar Jakarta, Jalan Surabaya ini sudah menjadi tujuan tertentu untuk berburu barang antik dan CD (compact disc) bekas dengan kualitas sangat baik. Saya sangat beruntung, di Jalan Surabaya ini masih berdiri hingga kini para penjual barang antik dan CD (compact disc) bekas. Lokasi ini menurut saya sebuah tempat yang luar biasa bagi mereka yang mencari barang antik dan khususnya CD bekas premium. Premium di sini berarti sebagian besar CD bekas yang dijual adalah CD asli dan dalam kondisi yang baik.

Tidak dipungkiri, di pasar saat ini masih banyak terdapat album grup atau penyanyi lawas tersebut yang diproduksi ulang. Namun harganya tetap masih mahal, sedangkan kesan historisnya tidak ada. Untuk mengatasi hal tersebut saya sering membeli CD dan kaset bekas yang harganya lumayan murah dan memiliki nilai historis yang tinggi. Tidak jarang saya menemukan album pertama sebuah grup musik tertentu atau sebuah album yang sudah tidak diproduksi lagi. Tidak jarang juga saya memperoleh album impor asli dari Amerika atau Inggris, tetapi dengan harga yang sangat bersahabat.

Saya sampai rela mencari ke Bandung di Pasar Ciapit. Namun koleksinya sangat terbatas. Demikian juga di Bogor, di dekat pasar Anyar. Dulu sekitar tahun 2001-2004 ada beberapa penjual kaset dan CD bekas di dekat pasar Anyar. Namun kini tidak ada lagi saya temukan. Untunglah di Jakarta masih berdiri sebuah jalan, yaitu Jalan Surabaya, di dekat Cikini. Di sepanjang jalan ini saya menemukan surga CD dan kaset bekas. Koleksinya sangat berlimpah.




salah satu lapak penjual CD bekas

Perkenalan saya dengan para penjual CD dan kaset bekas di Jalan Surabaya sudah lama. Pertama kali saya ke sana sekitar awal tahun 2001. Waktu itu, pemutar CD atau DVD belumlah seterkenal sekarang. CD dan DVD player masihlah sangat mahal waktu itu sehingga saya hanya mencari kaset bekas. Sekitar tahun 2001 tersebut saya kira penjual kaset bekas lebih banyak dibandingkan dengan CD bekas. Namun kini seiring memudarnya popularitas pemutar kaset rekaman, penjual di Jalan Surabaya pun lebih banyak yang menjual CD bekas.


Koleksi CD bekas yang sangat banyak

Saya sangat menikmati berbelanja di Jalan Surabaya ini. Terutama karena koleksi CD bekasnya yang sangat banyak. Sebagian orang menyarankan saya untuk pergi ke Taman Puring karena di sana koleksinya lebih banyak lagi. Akan tetapi bagi saya, koleksi CD bekas di Jalan Surabaya ini sudah sangat memadai. Apalagi tempatnya sangat mudah dicapai.

Tidak itu saja, Jalan Surabaya ini juga terkenal sebagai surga barang antik. Soal barang antik ini, saya lihat pembelinya sering orang bule. Lampu antik, kamera antik, berbagai ukiran atau lukisan antik banyak dijual di sepanjang Jalan Surabaya. Tidak ketinggalan koper atau tas. Harganya pun tentu bisa dengan tawar menawar. 


akhirnya memilih 3 album dari The Police

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali ke Jalan Surabaya. Waktu itu ingin sekali melihat-lihat perkembangan para penjual di sana. Saya perhatikan koleksi CD bekas premium semakin banyak. Tidak jarang juga ada CD yang sama sekali baru. Ini biasanya terjadi karena penjualnya kurang menyukai CD yang baru mereka beli. Sewaktu saya tanya ke pedagang, apakah mereka membeli CD baru keluar di pasar untuk dijual lagi? Jawabannya adalah mereka tidak membeli CD baru. Semua CD yang mereka jual merupakan bekas pakai alias dari tangan pertama.

Lebih enaknya lagi, ketika kita mencari-cari CD bekas yang yang kita inginkan, pedagang sangat memberi waktu. Saya sempat mempertimbangkan beberapa CD sekaligus, sebelum memilih dua CD yang ingin saya koleksi. CD bekas tersebut juga boleh dicoba dulu untuk memastikan kualitasnya.  Bila diperkirakan kualitasnya kurang baik, tidak jadi membelipun tidak masalah.

Hal yang sangat saya sukai lainnya adalah untuk berburu CD bekas itu sebenarnya butuh waktu yang sangat banyak. Bisa-bisa satu hari penuh disediakan untuk berburu CD bekas, biasanya setiap hari minggu. Saya berkeliling dari satu penjual ke penjual lainnya untuk mencari-cari album penyanyi yang saya incar. Kadang hanya menemukan satu dari sekian banyak penjual, bahkan kadang harus cukup puas membeli CD bekas grup musik yang sebenarnya tidak diincar, tetapi punya nilai historis.

Perlu anda memiliki trik ketika melakukan tawar-menawar dengan para pedangag di Jalan Surabaya ini. Biasanya saya membeli lebih dari satu dengan demikian saya bisa menekan harga. Pedagang umumnya menawarkan CD bekas dalam kondisi baik Rp50.000 per buah. Harga itu masih sangat bisa ditawar, apalagi jika anda membeli 2 atau 3 CD sekaligus. Jika kualitas CD kurang bagus menurut anda, harganya pun bisa anda tawar lagi. Jadi anda disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan transaksi. Berkelilinglah terlebih dahulu untuk melihat-lihat harga, barulah kemudian putuskan untuk membeli.

Lokasi penjual CD bekas di Jalan Surabaya ini sangat unik.  Saya rasa pemerintah kota Jakarta perlu melestarikan sudut kecil di Jalan Surabaya ini agar tetap menjadi salah satu alasan orang menyukai kota Jakarta. Bayangkan di kota metropolitan yang sangat padat ini, masih ada satu sudut di Jakarta tempat berburu CD bekas grup musik lawas yang memiliki koleksi sangat banyak. Semoga saja tempat ini akan tetap seperti semula dan bisa bertahan lebih lama.